Germain Vincenot Marchal, Pebalap Supermoto Perancis : MESKIPUN BUKAN PACUAN ASLINYA, TAPI MAMPU BERJAYA DI TGA 2019 KELAS FFA 450 INTERNATIONAL

December 17, 2019
Germain Vincenot. Selebrasi setelah kemenangannya di kelas FFA 450 cc International TGA 2019, Boyolali. Germain Vincenot. Selebrasi setelah kemenangannya di kelas FFA 450 cc International TGA 2019, Boyolali.

Ajang Trial Game Asphalt International Championship (TGAIC) 2019 yang berlangsung di sirkuit Boyolali, Jawa Tengah pada Sabtu (14/12) malam kemarin. Tiga rider asal Perancis, diantaranya Germain Vincenot, Sylvain Bidart dan Maxime Lacour merasakan panasnya persaingan dengan para pebalap Indonesia.

 

Turun di kelas paling bergengsi yakni FFA 450 International, trio pebalap Perancis ini harus mengeluarkan kemampuan terbaiknya untuk menjadi yang tercepat di (TGAIC) 2019.

Ini bukan tanpa alasan, pasalnya sejak sore hari lintasan balap basah oleh guyuran hujan yang cukup lebat. Tentunya para tim dan pebalap harus merubah settingan motor dan ban sesuai dengan kondisi lintasan yang licin dan basah.

Germain kelahiran November 1991 itu, sempat mengungkapkan perasaannya sebelum race berlangsung dengan berubahnya kondisi cuaca yang sebelumnya tidak ia prediksi sama sekali.

Aksi Germain Vincenot. Saat duel dengan Sylvain Bidart dengan kondisi wet race.

 

“Apa yang saya persiapkan sejak kemarin berubah jadi nol karena kondisi cuaca. Ini tantangan yang cukup sulit mengingat saya tidak punya banyak waktu untuk mengubah settingan motor, sebab yang saya pakai kali ini bukan pacuan saya yang sebenarnya, ” ujarnya.

Selain itu tantangan tidak hanya datang dari kondisi cuaca, tiga pebalap Perancis ini juga harus fokus untuk lebih mengenal karateristik Sirkuit Boyolali agar tidak kalah bersaing dengan para pebalap Indonesia yang telah lebih dulu menguasai medan.

Terbukti pada sesi Moto 1, Germain menjadi yang tercepat dengan ditempel ketat oleh Sylvain dan Lewish Cornish yang sebelumnya telah lebih dulu terlibat dalam trial Game Asphalt sejak awal musim 2019.

Germain Vincenot. Terima kasih 76 Rider telah memberikan pengalaman balap supermoto yang luar biasa.

 

Keperkasaan Germain tidak hanya pada sesi Moto 1, ia juga menunjukkan kemampuanya pada Moto 2, di mana dia memimpin sejak awal race dan bersaing ketat dengan Sylvain.

Kedigdayaan Germain di dua race tersebut membawanya menjuarai kelas FFA 450 International, disusul oleh Sylvain, Lewish Cornish dan Maxime Lacour. Satu-satunya rider nasional yang masuk posisi lima besar di kelas ini ialah Doni Tata dengan perolehan 29 poin di posisi ke lima.

“Saya senang bisa memenangi dua race dan meraih juara di tempat ini. Atmosfirnya luar biasa, baik dari sisi persaingan hingga dukungan para penonton. Terima kasih 76 Rider telah memberikan pengalaman balapan yang luar biasa ini,” ujar Germain keluar sebagi juara.    teks - foto : krishna

 

 

Similar Articles

  • Pakdhe Balap 69 Racing Team, Ponorogo : MENUMBUHKAN MINAT BALAP MATIC MASYARAKAT PONOROGO
  • Mevans Sanggramawijaya - Onesixeight Racing Team : DEWA MOTOCROSS MENGALAMI ACCIDENT, INDIKASI FAKTOR X, BENARKAH ?
  • Mevans Sanggramawijaya - Onesixeight Badminton Club : LIBUR BALAP ? KOMUNITAS MOTOCROSS INDONSIA DITANTANG KOMPETISI BADMINTON
  • Onesixeight Indiel Swallow Excel Grasstrack Motocross Championship 2019, Mijen, Semarang : SOSIALISASI KELAS KOMUNITAS INDONESIA & FIX ROAD SHOW DI JATENG – JATIM