Yamaha 125 Z, Kediri : GIGI RASIO CUSTOM & DIDOPING MAGNET YZ 125

Yamaha 125 Z Mahkota Racing Team, Kediri. Dipersiapkan untuk berlaga di kelas underbone musim kompetisi 2021. Yamaha 125 Z Mahkota Racing Team, Kediri. Dipersiapkan untuk berlaga di kelas underbone musim kompetisi 2021.

Nih dia exmud asal Plemahan, Kediri yang setia dan konsisten di dunia balap tanah air, akrab disapa Fendos.

Dari drag bike dan road race, Fendos sejak 05 silam telah aktif meramaikan. Tapi, makin kesini, Fendos lebih intens untuk berlaga di road race kelas underbone.

Dengan basic Yamaha 125 Z, Fendos ikut menggairahkan kelas para raja. Gayung bersambut, keinginan berlaga di underbone, telah banyak mendapat dukungan dari penyelenggara balap asal Jateng, Jogja dan Jabar.

Peluang ini yang kemudian sukses menjadi motivasi Fendos yang identik dengan nama Mahkota Racing itu, mencari racikan terbaik.

Besar harapanya, di Jatim sendiri terjadi kebangkitan kelas underbone.  Mengingat cikal bakal underbone di Jatim, sebenarnya cukup banyak pelakunya, ”tegas Fendos.

Fendos Owner Mahkota Racing Team. Pelaku otomotif kawak yang sekarang meramaikan kelas underbonde dengan basic Yamaha 125 Z.

 

Untuk arsitek 125 Z kali ini, nama tuner Nanang Setya Budi asal Jurusan Kenep, Lohceret, Nganjuk menjadi rujukan.

Memang menjadi hal yang rasional, mengingat nama Nanang mulai menjadi perhitungan di pertarungan bebek 2 tak level nasional.

Pengalaman dan jam terbang dan terus berinovasi, yang sukes menjadikan Nanang kian brilian menangani mesin 2 tak untuk saat ini.

Angga Asisten Nanang. Mencari rider & lagi tahap audisi.

 

Kabarnya, untuk rider 125 Z ini masih tahap audisi. "Karena, rider Sakti Andre yang biasa membela Mahkota Racing, telah ada yang mengontrak, "jelas Angga Asisten Nanang.

Selama rider yang melamar potensial dan krakter petarung, saya berani percayakanya.

“Satu hal lagi, untuk memacu 125 Z ini, butuh 3 step level rider yang brilian, mengingat semburan powernya berlimpah, ”sebut Nanang.

Dan up grade performa mesin 125 Z ini terbilang baru dibangun atas inovasi dan kreasi Nanang. Terlebih lagi blue print up grade performa mesin 125 Z, masih terbilang minim.

Tipikal Long Stroke. Disiasati pemakaian magnet YZ 125.

 

Untuk doping pendongkrak HP dan torsi 125 Z kali ini, diback up CDI Rextor, berikut magnet YZ 125 dan koil YZ 125.

Point terpenting memang ada di sektor ini, untuk mempersingkat pencapaian RPM tinggi. Sekaligus, kompensasi tipikal long stroke mesin 125 Z. Praktis, dalam pemakaian bearing as kruk, mengadopsi versi kompetisi.

Bahkan, sebagai pendukungnya angka perbandingan kompresi, Nanang berani pasang lebih tinggi.

Knalpot. Aplikasi produk SMR berdesain kalajengking versi Malaysia.

 

Hingga pemakaian jenis BBM memakai Pertamax Turbo. Atas dasar ini pula, tinggi exhaust dipatok di 25 mm dengan desain trapesium.

Dan diteruskan pemakaian knalpot Kalajengking versi Malaysia produk SMR.

Point exhaust dan knalpot erat terkorelasi pemakaian gigi rasio custom racikan Nanang, yang memiliki tipikal close.

Karbu. Mengadopsi PWK 28 mm Sudco.

 

Sedang kompartemen suplai gas segar, digawangi karbu PWK Sudco 28 mm, berikut pemakaian reed valve V-Force 3 RX-Z.

Makin spesial, desain inlet dirombak melalui porting polish lebih landai, untuk mengimbangi racikan pengapian.

“Termasuk peningkatan suplai gas segar ke silinder, yang kian meningkat, pengaruh dari rubahan tinggi lubang transfer yang naik 1,2 mm, ”beber Nanang.   (*)