Kendati baru saja beradaptasi dengan MX85, tapi soal teknik dan skill, putra pangeran Tazeer Team Boss Vicky RD Racing, Pamekasan ini, sukses memikat audiens yang hadir di sirkuit Lapangan Tembak, Sumenep.
Rafi Ahmad telah menemukan chemistry, sehubungan pesatnya peningkatan gaya balap dan adaptasi memacu MX85 !

Intensitas giat private training di sirkuit pribadinya di kawasan Pakong, Pamekasan, kuat menjadi latar terbentuknya basic Rafi Ahmad, makin mudah mengimbangi bengisnya performa Husqvarna 85 cc pacuanya.
Belum lagi serum dan strategi pamungkas yang diadopsi Tri Priyo Nugroho begawan NMT instrukturnya, untuk merangsang pengembangan teknik dan skill putra H. Vicky itu.

Siasat ini, yang lantas singkat menghantar prestasi Rafi Ahmad meroket ke permukaan !
Beberapa laga openchampionship, di akhir musim kompetisi 2025, siswa MTSN 3 Pamekasan itu, sukses memikat perhatian public motocross tanah air.

Termasuk di special event bertajuk "Kolaborasi TNI Polri MX GTX Championship 2025, Sumenep" belum lama ini.

Crosser dengan nomor start #211 itu, lagi-lagi tampil dengan aksi berkelasnya !
Terlebih kontur tanah lintasan jenis vulkanik kering, cukup familiar oleh Rafi Ahmad.
Rafi Ahmad makin luwes melayani handling dan geometri MX85, bahkan makin jeli mengontrol bengisnya power, terutama saat menghajar handicap.

Kendati bertempur dengan rival lebih kawak, tapi Rafi Ahmad terbilang konsisten mengontrol emosi, sepanjang laga.
Point ini pula, endurance fisiknya jadi terjaga lebih baik, demikian konsentrasinya jadi serba terukur.

Dengan pantauan serius Tri Priyo Nugroho, berserta jajaran Official Team, Rafi Ahmad mampu menyajikan gaya balap rapi dan singkat.
Hingga menit akhir sepanjang jalanya laga, Rafi Ahmad mampu mempertahankan gelarnya di 3 besar !

Otomatis prestasi ini pula, menjadi kabar baik bagi jajaran pendidik MTSN 3, Pamekasan, oleh salah satu siswanya yang berprestasi diluar akademis.
Dalam keterangan resminya, H. Vicky menyampaikan, "Rafi tetap butuh jam terbang tinggi, dengan mengikuti berbagai kejuaraan motocross.

Serapan teknik dan skill yang didapat Rafi sampai saat ini, harus selaras dengan pengalaman di kejuaraan motocross, sehingga butuh percepatan.
"Lebih jauh lagi, Rafi masih butuh mendalami tempo permainan, tingginya tekanan lawan, sampai limit durability fisik.

Sebab, level yang dihadapi Rafi di kelas MX85 mendatang, didominasi crosser-crosser Nasional dan di back up pola pelatihan MX Training.
Jadi, pemantapan teknik dan skill Rafi di kelas MX85, serius akan saya jaga dan monitor, agar tak sampai kendor, "sebut H. Vicky yang siap Go Nasional di musim kompetisi motocross tahun ini. skg



















































