AP97 Racing Academy, Magetan : MULAI MENAMPAKAN PROGRES SIGNIFIKAN, MENGAWAL HADIRNYA REGENERASI RIDER JATIM !

Komitmen dan konsistensi Ayub Pratama rider potensial Jatim, yang kini fokus pada pembinaan rider-rider regenerasi Jatim, terus menampakan progres signifikan.

Maka, obsesi dan merubah tatanan Fundamental soal regenerasi, tak hanya sekedar obrolan "warung kopi", tapi sudah bergulir dalam mode realisasi.

Melalui AP97 Racing Academy dan berbasic di Magetan, Ayub tampil all out, merangsang, hingga mengawal hadirnya regenerasi rider-rider calon young guns Jatim.

Di AP97 Racing Academy, Ayub memiliki 2 asisten, yaitu Gusti Bagus dan Riyan, spesial menangani soal maintenance, juga merangkap marshal lintasan.

Sejak berita ini diturunkan, AP97 Racing Academy tercatat telah berlabuh 6 bulan lamanya, seiring kiprahnya dalam pelatihan, dari penyajian materi teori, fisik dan teknik balap.

Memanfaatkan sirkuit "Suryo Magetan", Parang, Magetan, yang memiliki layout skala Nasional, totalitas Ayub jadi kian tak terbantahkan, menurunkan kanuragan-nya pada siswa-siswanya.

Pemaparan ini pula, lantas memacu pertumbuhan siswa yang menimba ilmu di AP97 Racing Academy, Magetan, terus meningkat.

Turut menjadi indikasi serta trend positif, bahwasanya racing kompetisi telah menjadi alternatif olahraga prestasi, berbasic otomotif yang lagi diminati.

Adapun nama-nama yang lagi intens menimba ilmu di AP97 Racing Academy, Magetan, diantaranya, Mumahad Khoirrozik Al Gofur asal Lumajang kelahiran 2019, dengan nomor lambung #138 yang saat ini menempa basic balapnya di Mini GP.

Dan masih saudara kandung Muhamad Dafa Gofur, kelahiran Lumajang 2017, juga mengasah skill di Mini GP, memakai nomor lambung #139.

Kedua rider belia potensial ini, tercatat sering mendominasi podium di Mini GP, saat pagelaran road race di zona Jatim.

Termasuk Alexander dengan nomor lambung #23 asal Magetan, yang lagi pemantapan teknik dan skill-nya di Mini GP. Sedang Enza Oktario Inggar Prayuda, kelahiran 2015, mulai menapakan jenjang kariernya di Begineer.

Enza sapaan-nya lagi dominan adaptasi mengatur ergonomi, antara postur tubuh dan berbanding riding style pacuan-nya.

Untuk saat ini, siswa yang saya training cukup beragam levelnya, ada new Comer dan telah berada di level Pro.

Skala prioritas, untuk pembekalan materi fisik saya instruksikan lebih banyak fisik diatas kuda besi.

"Dengan menahan pergeseran center of gravity saat ngebrake, manuver melawan gravitasi, sikap postur di straight, melintir handgrip, belum lagi mengolah ritme nafas, hingga cardio.

Seluruh aspek dan intonasi pergerakan anatomi tubuh diatas kuda besi ini, keseluruhan-nya saya nilai berada di lingkup pelatihan fisik, "jelas Ayub.

Sembari, mengumbar speed diatas kuda besi, saya monitor output dan pengembangan masing-masing rider.

"Hasilnya, ada yang masih mengacu pada materi teori out-in, juga ada yang telah berani improve, lantas mengembangkan racing line, lebih tipis.

Jadi, masing-masing rider, statistik perkembangan-nya berbeda-beda, itu juga dipengaruhi oleh usia dan psikis yang masih labil.

Pertimbangan itu, saya terus intens mengajak diskusi, soal feel dan chemistry dengan kuda besi, kemudian point handicap mana yang masih merasa kurang singkat ditebas, "urai Ayub.    skg