Up grade performa matic Fuel injection, hasil inovasi dan kreasi workshop racing milenial, pelan tapi pasti bikin panik penunggang Herex berbasis sport 4 tak.
Entah berlabel nafas panjang, berpiston Scorpio, atau bermain LSA !
Belakangan ini tetap dibuat panik, oleh sengatan performa matic Fuel injection, yang tak kalah bengisnya di gasingan atas.

Latar itu, Adi Gunawan owner PCX 160 warna putih, yang aktif giat Sunmori bersama koloninya, ikut memanfaatkan euforia ini.
Brilianya, lajang low profile itu, mempersiapkan matang, perihal kompartemen performa mesin, sebelum show off !

RAT Motorsport, Sidoarjo, yang kaya inovasi dan kreasi jadi rujukan Adi Gunawan, yang lagi menekuni kariernya di perusahaan expedisi.
Terlebih fitur dan fasilitas workshop racing di Jl. By Pass Juanda 17, Sidoarjo itu, dikenal super komplit, juga berdasar data proses up grade performa-nya.

Termasuk soal blue print up grade performa juga komplit, speling ini warga Perum Pondok Wage, Sidoarjo itu, request paling up to date.
Holly engine builder RAT Motorsport, yang menangani langsung step up ke material option part racing.
Seperti blok silinder yang mengadopsi liner berbahan ceramic olahan dan dikenal licin mengawal naik turun piston 63 mm dari KTC.

Kubikasi silinder juga dinaikan, melalui stroke up 60 mm, hingga menjadi 186, 9 cc.
Untuk mendapatkan performa agresif tanpa mengorbankan durability, perbandingan kompresi diplot di 13,4 : 1 nol paking, dengan konsekuensi bahan bakar memakai jenis Pertamax.
Dilayani injector UMA yang flowrate-nya telah terprogram ECU BRT Juken 5, dengan debit 200 cc/minute.
Untuk mendapatkan Air Fuel Ratio ideal, proses pengabutan disempurnakan throttle body UMA 34 mm dan diinstal model down draft.

Sampai di level ini, flow gas speed dipertahankan melalui pembenahan porting intake, yang didesain oval dengan konfigurasi 28 mm - 25 mm.

"Saya kombinasikan katup UMA berspesifikasi 22 mm (in) dan 19 mm (ex), berikut pemakaian seteng katup berbahan berilium.
Kalau camshaft yang diadopsi saat ini, hasil racikan terbaru, untuk sementara datanya jangan dipublish dulu, "kilah Holly yang turut membesarkan porting exhaust menjadi 28 mm.

Memang tak terbantahkan tangan dingin Holly, sampai di level ini saja, peningkatan power cukup krusial, mampu menembus 28,5 HP saat bergasing di 9200 RPM, dengan kondisi memakai knalpot ARM.
Bergeser di kompartemen konversi power to speed, roller weight mengadopsi 9 gram, bersanding sudut movable drive face 19 derajat.

Sedang poros secondary sheave, digawangi kampas sentrifugal Daytona, dengan permukaan mangkuk bergrafier.

Delay konversi power juga optimal diminimalisir drive belt dari Daytona, akurasi akselerasi jadi makin bengis, seperti yang disampaikan Adi Gunawan saat sesi test speed.
Salutnya, optimalisasi handling dan traksi diterapkan Adi Gunawan, melalui penggantian sok belakang DBS 305 cm, berikut memotong inner tube 5 cm. skg



















































