Tongkrongan sport dan stylish line up terbaru dari Honda ini, memang banyak memikat perhatian milenial, salah satunya Radit Chandra.
Apalagi Radit sapaan-nya terobsesi untuk merebut gelar dari rival brand sebelah, penyandang tahtanya.
Misi Radit yang lagi on fire ini sungguh jenius, berbalut kamuflase oleh pemakaian detail body bawaan pabrik, yang terpasang rapi.

Sampai bela-belain tapak kakinya, berganti gambot, seperti spesifikasi rivalnya, mengimbangi output up grade performanya.
Kelak ketemu di Sunmori, Radit ada keinginan berganti mengasapi, tebak Ridho engine builder RAT Motorsport, Sidoarjo, yang mendengar kasak-kusuk Radit ini.
Ridho yang dibantu Angga Siswa RAT Motorsport, menanggapinya serius, jurus pamungkas untuk mengatrol kapasitas mesin hingga 198,9 cc langsung ditawarkan sebagai opsi !

"Radit langsung mengamini, dengan konsekuensi tetap nyaman dipakai daily use, "kata Ridho mengutip pesan Radit.
Piston jenis forged dari brand UMA berdiameter 65 mm dijadikan resep utama, untuk merubah tipikal mesin menjadi over square.
Demikian stroke dari 55,5 mm, dijadikan 60 mm, dengan pertimbangan offset piston masih ideal, untuk kebutuhan bergasing di RPM tinggi.
Efek peningkatan kubikasi mesin yang frontal ini, piranti silinder head pada porting intake turut diupgrade.

Mengadopsi desain oval 36 mm - 31 mm, mengacu pada throttle body yang telah diupgrade 36 mm dari brand UMA.
"Efisiensi Volumetrik output dari injector UMA dengan debit 250 cc/menit, mode otomatis akurasinya jadi makin meningkat.
Konsekuensinya, katup juga mutlak diupgrade, menjadi 24 mm (in) dan 21 mm (ex), "terang Ridho yang meminang ECU BRT Juken 5, sebagai doping software-nya.

Dari hasil pengujian dynotest, dengan kondisi radiator berganti giga produk aftermarket, menyebutkan power maksimal mampu menembus di 28,4 HP saat 8700 RPM.
Dengan catatan, data racikan camshaft mengadopsi data, In open di 50 derajat dan close di 25 derajat, sedang ex open di 26 derajat dan close di 51 derajat.

"Mode power ini, juga menyelaraskan dari kebutuhan Radit saat Sunmori, agar speed di gasingan tengah atas makin nembak, "senyum Ridho.
Acuhan itu, roller weight mengadopsi 9 gram, mengawal racikan porting exhaust 34 mm, yang diteruskan knalpot WRX Silent, dengan konfigurasi leher 55 mm.

Estafetnya, digawangi kampas sentrifugal Daytona, diinstal dengan mangkuk custom kartel.
"Spesial diadopsi, guna meningkatkan akurasi konversi power to speed dan pertimbangan profil ban lebih gambot.

Cuman, racikan CVT saat ini, bawaan-nya diumpan di RPM lebih tinggi, efeknya nembak misal berandai-andai melayani lepas dari traffic light, "papar Ridho.

Selain pemakaian ban profil gambot, pada exterior Radit turut meminang suspensi belakang dari YSS, cakram depan aftermarket, serta revalving suspensi depan, untuk meningkatkan traksi juga kenyamanan. skg



















































