Ini dia Putra pangeran Anugrah Mandiri Racing Factory (AMRF), penerus dinasti racing, saudagar Ponorogo H. David Surya Pratama, yang tenar di jagad otomotif, segmen racing kompetisi.
Itu lantaran AMRF merupakan icon, yang sejak 21 tahun silam, mengatrol dan melambungkan popularitas Ponorogo di jagad otomotif.

Tinggal, berkembang dan besar di lingkungan otomotif, DNA Rio Boboho sapaan-nya, terhadap jagad racing kompetisi kian mengakar.

Bahkan, telah berada di level kadar gila, karier di Slalom, Motocross, sempat dilaluinya, hingga torehkan prestasi hakiki.

Kini Rio Boboho merambah ke Drag Race, kental merepresentasikan sebagai pemegang tongkat estafet AMRF di era Milenial, juga berperan serta tampil menjadi cooling system.
Melalui hobi prestasi, bermuara pada terbangunya, mental dan fisik yang sehat, hingga jadi serum positif di lingkungan-nya.

Belum lama ini, Rio Boboho tampil di spektakuler event, di seri pembuka Kejurnas Drag Day SRP 2026 di Atlantis PARK, Surabaya.

Setia didampingi oleh H. David, spesial membakar semangat dan memotivasi, mengahadapi pembalap-pembalap Nasional.

"Tahun ini, lagi mencari chemistry teknik mengumpan power, dua gacoan berbasic Toyota Fortuner GR 2024 warna Maroon dan Fortuner VNT 2013 kelir hitam.
Kebetulan juga lagi memilah dan memilih brand tapak kaki, yang akurasinya paling proporsional melayani power Fortuner, "terang H. David.

Terlebih 2 unit pacuan Rio Boboho tercatat masih "fresh", dari ruang operasi SEA Team di kawasan Jl. Kh. Syafi"i, Gresik, yang digawangi Yogi sang Engine Builder.

Demikian soal penjenjangan teknik mengumpan power dan speed, telah intens dilalui Rio Boboho, melalui kelas-kelas Bracket, dengan interval catatan waktu relatif rapat.

Dari kelas Bracket 8,5 detik, Bracket 9 detik, Bracket 9,5 detik, Bracket 10 detik dan Bracket 10,5 detik.
Mantapnya, kelas ini dijubeli pembalap-pembalap berkarakter young guns yang lagi on fire, dengan back up workshop racing ternama.

"Dibalik kompetisi berbalut gengsi, di kelas-kelas Bracket ini, lebih tepat saya nilai menjadi tahap pemantapan akurasi feeling mengumbar speed.

Secara interval catatan waktu, sengaja dijadikan parameter, performa proporsionalnya modifikasi dan final seting mesin.

Kemudian, di rentang catatan waktu Bracket yang mana, bisa berpeluang juara.
Sembari, membangun mental bertarung, menjaga konsentrasi saat dihadapkan lampu start, sampai teknik memenej psikis paling rileks, "urai H. David. skg



















































