Head light Retropolis : WAJIB SAFETY, PERTIMBANGKAN DARI BASIC MESIN & BOBOT MOTOR

Head light Retropolis. Pertahankan konsep retro, stylish & tetap memprioritaskan safety. Head light Retropolis. Pertahankan konsep retro, stylish & tetap memprioritaskan safety.

Diurai ke segmen Retropolis, sebagai transisi peralihan bikers yang baru saja gandrung dengan retro custom, spesial pada sektor penerangan tak bisa ditawar. Mengingat, belakangan ini mania Retropolis justru mengincar basic motor modern, untuk dibuat retro. Otomatis, soal performa mesin dalam hal ini speed dan torsi, jelas fresh.

Jadi, idealnya untuk pemilihan head light, tetap perhatikan pijar atau sorot lampunya. “Sebab, jarak bebas pandang paling strategis untuk riding, berada di 25 meter - 50 meter, ”sebut Andy Tenggara CEO The Spawn Custom Garage, di Jl. Raya Jemursari 28, Surabaya.

Maka, saat pemilihan head light jangan sampai ketarik ke tema retro hingga mengorbankan soal penerangan. Lebih tepat memakai gaya head light neo classic. Pilihanya ada Rhino Light atau Day Maker, bisa juga memakai Projector yang dipadu reflector neo klasik.

Head light Retropolis. Pijar & sorot lampu dipertahankan fungsional.

 

Sebab, dari pengalaman pribadi saat buka workshop di Denpasar, Bali,  urusan penerangan sebagaian bikers tak peduli. “Termasuk di sebagian daerah Jatim, saat saya pertama kali riding dan kopdar di beberapa kota di Jatim, ”terang Andy.

Ketika saya amati, ternyata saat riding selalu koloni dengan komunitas. “Sehingga, soal penerangan bisa saling memanfaatkan bikers yang kebetulan kuda besinya memiliki sorot benderang, dipesan tampil di depan, ”cerita Andy. 

Tapi memang, serba dilema. Sebab, head light mini, dengan diameter dibawah ukuran head light motor Jepang, diaplikasi sebagai bentuk penyerasian dan mengejar estetika retro custom yang kebetulan diaplikasi.

Andy Tenggara CEO The Spawn Custom Garage, Surabaya. Sosialisasi wabah safety soal penerangan Retropolis.

 

“Apalagi di bawah tahun 2005, lampu projector yang bisa dikanibal di reflector berbagai ukuran belum ada, sehingga jelas mengkesampingkan soal penerangan dan safety, ”yakin Andy. Dari latar belakang ini, Retropolis yang saya tebar di Jawa Timur, berusaha saya sajikan untuk merubah pola pikir pelaku retro custom

Agar, setiap pemakaian atau pemilihan head light tetap proporsional. Berapapun diameter reflector head light yang diaplikasi, asal bisa berpijar hingga 25 meter - 50 meter, saya nilai paling layak untuk kebutuhan retropolis.

Dan saat ini, builder saya nilai lebih dimudahkan oleh keberadaan option part penerangan, seperti projector dan LED. “Tinggal butuh kejelian dan inovasi, untuk bisa dipadukan reflector head light yang dianggap pantas, sebegai fitur penerangan, ”wejang Andy.

Jarak pandang bebas di malam hari. Memudahkan bikers improve dengan tapak kaki & bobot motor hasil modifikasi.

 

Dengan kemampuan head light seperti itu, daya akomodasi mata, saat siang dan malam terjaga dengan baik. Pertimbangan lain adalah menu tapak kaki yang dominan profil besar diatas rata-rata ukuran pabrikan, otomatis daya lontarnya juga berpengaruh ke pengereman.

Belum lagi kalkulasi bobot basah motor, setelah di modif retro. “Butuh kerja extra master, caliper dan tromol, otomatis jarak bebas pengereman jadi lebih extra, ”pasti Andy.   teks - foto : collins

 

Related Articles

Similar Articles

  • Option Part DRT : JAWABAN PEMIKIRAN KRITIS PERKEMBANGAN TEKNOLOGI OTOMOTIF & BIDIK SEGMEN PASAR MEDIUM
  • USAH SEBAL, SAAT HARGA ROCKER ARM AEROX MAHAL
  • Dede Widya Purnama Owner ADD Suspension : MENGAWAL KEBUTUHAN PERFORMA SUSPENSI CROSSER ONESIXEIGHT MOTOCROSS TEAM & KUTA MOTOCROSS TEAM
  • DDF 19 Mur Engine Mounting : KOLONG MESIN JADI LEBIH MODIS
  • Technical Service Division Head MPM Honda Jatim : MENGENALI WARNA BUSI & MENGUSUT PEMICUNYA