Mengapa Peningkatan HP & Torsi Hasil Dynotest Matic Usai Up Grade Tak Bisa Tinggi ?

February 25, 2021
Dynotest Matic. Data peningkatan HP & Torsi maksimum, berbeda dengan bebek - sport. Dynotest Matic. Data peningkatan HP & Torsi maksimum, berbeda dengan bebek - sport.

Lagi marak, matic premium Jepang dan Italy, di jalanan dengan performa bengis. Dominan rata-rata telah mengalami up grade performa mesin dan CVT-nya.

Tapi, ada rasa penasaran yang belum terjawab, soal peningkatan HP dan torsi matic, baik yang telah mengadopsi Fuel injection dan masih karbu, yang relatif rendah.

Apa alasanya ? berikut penjelasan Swega CEO RAT Motorsport di Jl. By Pass Juanda 17, Sidoarjo.

Memang beda dengan motor jenis bebek dan sport, data HP dan torsi maksimal lebih actual.

Sebab, output power dan torsi maksimal, hanya dikonversi oleh 1 perangkat, yaitu gir depan belakang dan rantai.

Hasil output power, yang terbagi HP dan torsi maksimal, penyimpangan lebih kecil.  

“Sehingga, data lonjakan nilai HP dan torsi maksimal, mudah diketahui peningkatanya, angkanya juga terpaut lebih tinggi, ”jelas Swega.

Mekanik RAT Motorsport. Lagi konsen merevisi data option part matic, untuk persiapan up grade.

 

Beda dengan tipe matic Jepan dan matic Italy, yang saat ini membanjiri workshop RAT Motorsport di Jl. By Pass Juanda 17, Sidaorjo.

“Hasil dynotest matic relatif tak bisa tinggi peningkatanya, karena output power mesin diolah oleh 3 perangkat, ”urai Swega.

Yaitu movable drive face, drive belt, kampas sentrifugal dan gear box. Sehingga konversi power mesin ke speed, terlalu banyak yang dilalui.

Meskipun program konversi speed sudah ada menu untuk matic, tapi pengaruh mekanis CVT tadi yang lagi-lagi, berpengaruh terhadap peningkatan HP dan torsi.

“Bukan itu saja, profil ban OEM dan setelah mengalami penggantian, juga berpengaruh terhadap hasil output dynotest, ”detail Swega.

Hal ini juga terkait dari pengaruh diameter total ban yang dipakai dan pengaruh tingkat efektifitas rotasi ban, saat diuji diatas didynotest.

Akhirnya ada metodhe prosentase HP dan torsi, yang kita terapkan khusus untuk mengakumulasinya. 

Grafik Dynotest. Pergerakan RPM spesial menjadi parameter untuk menganalisa peningkatan HP - Torsi mesin matic.

 

Maka, harus fokus pada perubahan graphic engine RPM pada dynotest, untuk mempermudah analisa slip pada CVT maupun set up CVT.

Shifting pointnya, grafik garis hijau adalah pergerakan RPM, disitu fokusnya saat set up cvt. Sedang pencapaian HP warna merah dan torsi biru muda.

Catatan khusus, untuk mesin matic identik dan selalu menghentak di RPM bawah. Itu lanaran, secara basicly memang mesin bertipikal torsi.

Kalo dibalik tipikal RPM dan HP yang nongol duluan, gasingan bawahnya kemungkinan lemah.

“Sehingga, tantangannya bagaimana menjaga kinerja CVT bisa berada pada posisi torsi – HP maksimum, ”papar Swega.

Konteks demikian yang wajib dipahami oleh pemilik matic, usai up grade mesin maupun komponen daleman CVT.   teks - foto : enea