Dikco - Manager Rizqy Motor Boss Mild, Pasuruan : LEARNING BY DOING, DINILAI PALING BIJAK PERTAHANKAN PRESTASI

Dikco Manager Rizqy Motor Boss Mild, Pasuruan. Menerapkan strategi yang bijak & tepat sasaran, guna mempertahankan prestasi tim. Dikco Manager Rizqy Motor Boss Mild, Pasuruan. Menerapkan strategi yang bijak & tepat sasaran, guna mempertahankan prestasi tim.

Sebagai pemegang tongkat komando Rizqy Motor Boss Mild, Pasuruan, cukup banyak algoritma yang dihadapi dan direalisasi oleh Dikco Menager Rizqy Motor Boss Mild, Pasuruan.

Selain dituntut harus mampu menyampaikan pesan brand sponsor utama, proses komunikasi dengan para pelaku motocross dan grasstrack di tanah air, juga harus berjalan in line.

Pemikiran dinamis ini, tegas diberlakukan guna membangun image, performa dan karisma, sebuah tim yang membawa brand besar rokok Boss Mild.

Dikco yang terhitung sebagai remaja milenial dan lagi mendalami ilmu management di salah satu Universitas di Malang itu, punya kiat dan strategi spesial. Sebagai bekal saat menjalankan nakoda Rizqy Motor Boss Mild, Pasuruan. Berikut hasil wawancaranya :

 

Dikco Manager Rizqy Motor Boss Mild, Pasuruan. Squad telah terbentuk pribadi profesional & tinggal proses pengembangan.

 

Selamat sore mas Dikco, semoga kabarnya selalu baik. Bagaimana perasaan anda, saat pertama kali menjabat sebagai manager Rizqy Motor Boss Mild, Pasuruan ?

Otomotif bagi saya memang menjadi sebuah hal baru, apalagi ketika dipercaya memimpin, keseluruhan squad Rizqy Motor Boss Mild, dari crosser, pit crew, mekanik dan instruktur. Selama memantau, menjalani dan mengamati langsung, keseluruhan awak tim telah terbentuk job desk dan rutinitas masing-masing.

Sehingga, saya cukup membuat list dan skema, aktifitas squad Rizqy Motor Boss Mild, Pasuruan. Untuk kemudian saya jadikan sebagai bahan pertimbangan untuk memonitor, profil masing-masing squad.

 

Dikco & squad Rizqy Motor Boss Mild, Pasuruan. Setia mengawal & memantau perkembangan training skill di sirkuit pribadi.

 

Bagaimana strategi yang anda terapkan, untuk memberi semangat dan mendongkrak performa masing-masing crosser, di musim kompetisi motocross grasstrack 2020 misalkan jadi digelar atau di 2021 ?

Dari tahun 2019 pertengahan, sejak saya menjabat sebagai manager, saya berusaha memahami kelebihan masing-masing crosser, sampai karakternya. Ketika motivasi diberikan saat event berlangsung, bagi saya itu akan menambah beban mental crosser.

Justru, motivasi itu saya berikan saat training skill. Memantau langsung saat latihan, mengajak komunikasi apa yang dibutuhkan crosser dan berusaha membangun suasana ceria.

Dikco & Squad Rizqy Motor Boss Mild, Pasuruan. Berusaha membangun suasana ceria.

 

Motivasi seperti ini, saya proyeksikan untuk pembentukan gaya balap, pengembangan skill sampai meningkatkan kapasitas nyali setiap crosser. Pada point ini memang dibutuhkan komunikasi intens, tentang input soal pencapaian hasil yang maksimal.

Penerapan strategi pemberlakuan unit motor berbeda, saat training dan event, bagi saya sudah benar. Dengan harapan, performa mesin dan suspensi masing-masing unit special engine, terjaga dengan baik dan nol trouble. Selain itu jangan sampai problem teknis, merusak prestasi crosser. Bagaimanapun caranya tetap diupayakan performanya sampai maksimal.

Syukuran Rizqy Motor Boss Mild, Pasuruan. Dihajat saat mengikut event motocross Pacitan & sebagai rasa syukur atas prestasi gemilang di 2019.

 

Memang, kompensasinya budget maintenance soal teknis, lebih banyak. Tapi, dari hasil mufakat saya, H. Rokmawan dan segenap awa tim, memang ini menjadi konsekuensinya. Puji syukur di 2019, crosser Rizqy Motor Boss Mild, Pasuruan dominan mendulang prestasi.

Semoga di musim kompetisi motocross dan grasstrack di 2020 dan 2021, petarung Rizqy Motor Boss Mild, Pasuruan mampu mengulang prestasi yang membanggakan ini.

Dikco & H. Rokhmawan. Meminimalisir kesalahan belajar dari proses perjalanan tim hingga level nasional.

 

Lantas untuk mempertahankan prestasi Rizqy Motor Boss Mild, Pasuruan di musim kompetisi motocross dan grasstrack di 2020 atau 2021, kiat dan trik apalagi yang rencana anda terapkan ?

Paling bijak dan mudah diterima tetap memakai pedoman learning by doing. Jangan sampai mengulang kesalahan, belajar dari kesalahan dan berusaha tampil sempurna.

Kalau sudah di tengah perjalanan tim, seperti Rizqy Motor Boss Mild, Pasuruan seperti saat ini, tugas saya mutlak terus mengajak evaluasi dan introspeksi berkesinambungan. Baik, saya pribadi maupun awak tim. Agar terbangun pemikiran yang sama-sama jernih dan bersih. 

Dikco & H. Rokhmawan. Terus menjajaki pesatnya dunia motocross & grasstrack, sebagai tahap pembanding kapasitas tim.

 

Seperti statetment awal yang anda sampaikan, otomotif bagi anda sebuah hal yang baru. Bagaimana anda menyikapinya, apakah sempat terlintas untuk menerjuni hobi otomotif ?

Itu pasti dan harus saya terjuni untuk ikut ke hobi otomotif. Untuk menyukainya lebih dulu, setelah itu belajar dan berusaha mendalaminya. Bagian ini saya nilai sebagai prosesnya. Otomotif ternyata variabelnya cukup luas dan menjadi hal menarik, untuk terus dipelajari.

Dikco Managr Rizqy Motor Boss Mild, Pasuruan. Terus terpacu mendalami hobi otomotif.

 

Representasi ini saya realisasikan dalam sebuah sport 4 tak retro classic berjantung Tiger full komponen racing. Saya paling suka disini, sebab terus memicu rasa penasaran, apa kelebihan dan kekuranganya.

Dengan begitu, saya semakin memahami, sebuah obsesi dan tujuan itu perlu riset dan test case. Secara skema dan pemikiran sama persis dengan menjadi nakoda sebuah mega tim, hanya beda target.

Dikco & H. Rokhmawan. Bersama squad Rizqy Motor Boss Mild, Pasuruan & bersepeda menjadi sarana alternatif fisik.

 

Sisi lain, bagaimana anda mengusir kepenatan dari padatnya aktifitas, agar selalu fresh dan tepat mengambil keputusan. Kalau boleh tahu kegiatan apa saja yang anda jalani selama ini untuk itu ?

Memang kebetulan saya dan H. Rokhmawan memiliki hobi sama, yaitu bersepeda. Bedanya, kalau saya suka dirt jump sejenis free style tipis-tipis, tapi kalau H. Rokhmawan lebih suka endurance berkombinasi cross country.

Secara basic, keduanya tetap membutuhkan fisik dan performa. Sehingga, biasanya tandem dengan H. Rokhmawan ke lokasi wisata dan peninggalan purbakala di wilayah Pandaan, Pasuruan.

Tapi, di kesempatan tertentu H. Rokhmawan, kadang mengajak kolega bisnis dan anggota Boss Mild Cycling Club (BMC), yang telah dibentuk H. Rokhmawan 12 tahun silam.

Dan setelah sirkuit Rizqy Motor Boss Mild, Pasuruan kelar dibangun. Praktis, bersepeda belakangan ini, melibatkan seluruh crosser Rizqy Motor Boss Mild, Pasuruan, sebagai alternatif fisik dan melatih kardio. Sehingga, untuk pemakaian jenis sepeda, saya memakai MTB hardtail.

 

Bicara lebih jauh soal hobi bersepeda, sampai dimana keseriusan anda menjalaninya ?

Bagi saya hanya sebatas happy n fun. Kebetulan dekat rumah di Malang, ada lahan bekas sawah yang tak diolah. Sehingga menunya komplit, terbentuk bumpy dan cekungan alami seperti trek dirt jump.

Keseriusan sejak awal, hanya terpola memakai MTB jenis dirt jump brand dunia, ada Specialized, Transition dan Kona. Group set pakai level Saint dan XTR. Selebihnya, mengikuti trend yang ada. Sebab, setiap 6 bulan sekali hampir up date soal komponen dan aksesoriesnya.       teks - foto : rio

          

 

Related Articles

  • Suzuki RG Sport, NTT : DOKTER RACING... Kalau melihat basic kuda besi diatas, jadi teringat era bebek 2 tak 116 cc tune up alias underbone. RG Sport didatangkan dari Malaysia, buat menggempur pasukan ...

Similar Articles

  • Gunawan Owner Dmillers Racing Team, Surabaya : MEMBANGUN YOUTUBE CHANEL SARANA KOMUNIKASI & UP DATE TEKNOLOGI OTOMOTIF TERKINI
  • Gunawan Owner Dmillers Racing, Surabaya : SETIA MENGABADIKAN NOSTALGIA BERSAMA MOTOR, HINGGA BERGULIR MENJADI KOLEKTOR
  • Devit Festia S - Bikers Jombang Satria Club : ISTRI PERTAMA TETTY & ISTRI KEDUA SI SUZI
  • Test Ride Perdana Brompton Boss Mild, Pasuruan : SPARING DENGAN MTB & HYBRID, MENYISIR PELOSOK ALAM PASURUAN
  • H. Rokhmawan Big Bos Rizqy Motor Boss Mild, Pasuruan : MENEBUS SELI BROMPTON, MELENGKAPI UNIT SEPEDA KOLEKSINYA