HM. Kadafi Ketua Komisi Motocross IMI Pusat : BIJAK MELUMERKAN POLEMIK GRAND FINAL MX GTX SAAT BERGANTI TAHUN

Menanggapi debat kusir soal kejuaraan Grand Final Motocross, atau penutup rangkaian seri kejuaraan yang telah berganti tahun, menarik untuk dicermati.

Terlebih, saat dihadapkan oleh pergantian formasi MX GTX Team, di musim kompetisi 2026, dengan perpindahan crosser/tracker.

Memang ironis ! Kalau diilustrasikan, sejak 2025 telah berjuang bersama, hingga akumulasi point, berpeluang menyandang gelar juara umum.

Setelah memasuki babak penentuan Grand Final, yang telah berganti tahun, sementara crosser/tracker telah berganti livery !

Menanggapi problem klasik beraroma taruhan jiwa besar, antar owner MX GTX Team dan crosser/tracker ini, HM. Kadafi angkat bicara.

Persoalan ini, tetap kita kembalikan pada kebijakan antara kedua belah pihak, yaitu crosser/tracker dan owner MX GTX Team.

"Karena di spektrum ini, nurani yang justru lebih banyak bicara, dengan catatan tanpa adanya intervensi !

Tapi, dari tradisi yang telah berjalan, gelar torehan juara umum, tetap diterima pembalap, dalam hal ini crosser atau tracker.

Cuman, dalam situasi dan kondisi yang sama-sama tidak dikehendaki ini, penerimaan gelar juara umum, implisitnya "bukan hak", tapi diberikan lebih mengacu atas jiwa besar, "tegas HM. Kadafi.

Setelah merenungi, mencerna dan mengkaji fenomena ini, Pria yang juga President Executive Jatim Motocross itu menghimbau, kepada seluruh promotor maupun penyelenggara MX GTX di tanah air, untuk menata kembali, timeline, MOU Sponsor, kalender balap, legalitas perizinan, sampai indikasi pengaruh suhu politik.

Agar, seri kejuaraan MX GTX bisa direkayasa, terselesaikan dalam kurun waktu 1 tahun terlampir pada kalender.

Muaranya, demi menjaga silaturahmi, kompetisi berjalan fair play, eksistensi MX GTX terbina bersama, tanpa adanya micin !

"Mengingat point ini, bagian lingkup kerja kami di Komisi Motocross IMI Pusat, jadi kami usahakan untuk mengkalibrasinya.

Semoga, semua pihak yang dimaksud bisa menerima, juga memahaminya dengan hati dingin, "pungkas HM. Kadafi.   skg