Suzuki Satria F, Malang : BEKAL PISTON 66 MM ANDALAN BUAT TOURING

Sahex RAT Motorsport, Sidoarjo. Memberi kepercayaan kepada bikers penghobi touring, untuk berfantasi dengan speed. Sahex RAT Motorsport, Sidoarjo. Memberi kepercayaan kepada bikers penghobi touring, untuk berfantasi dengan speed.

Vindy asal Malang, bela-belain meluncur ke Jl. Raya By Pass Juanda 17, Sidoarjo tak lain workshop RAT Motorsport, guna mendongkrak Satria F yang biasa diandalkan buat touring.

Inovasi, kreasi dan bejibunya loyalis RAT Motorsport, yang kuat mempengaruhi Vindy meluncur ke RAT Motorsport.

Sarana dan prasarana yang komplit, tegas dinyatakan sebagai acuhan Vindy. “Demikian soal kenyamanan dan memberi keleluasaan customer untuk diskusi, yang membuat saya makin suka dan teredukasi, ”sapa hangat Vinndy.

Termasuk soal limit up grade performa untuk jagoan touring. Sahex tuner RAT Motorsport, yang kali ini dipercaya untuk modifikasi mesin Satria F milik Vindy.

Sahex RAT Motorsport. Prioritas diskusi sesuai kebutuhan customer.

 

Pada piranti silinder head, masih mempertahankan pemakaian katup standar. Porting polish menjadi menu wajib Sahex, untuk memaksimalkan siklus gas segar dan gas buang.

Spesial mesin DOHC, porting polish berikut merubah desain porting telah menjadi menu wajib. Untuk menyiasati gas segar balik, efek meningkatnya debit gas segar saat langkah isap – kompresi.

Piston. Memakai BRT 66 mm.

 

Konsekuensi seperti ini yang merujuk pada terjadinya rubahan desain camshaft.

Atas pertimbangan kapasitas mesin bore up dengan piston 66 mm dari produk BRT. Maka, desain camshaft merujuk pada data ex open di 46 derajat dan ex close di 14 derajat. Sebaliknya, in open di 14 derajat dan ex close di 51 derajat.

Camshaft. Hasil desain RAT Motorsport.

 

“Dengan pencapaian, lift cam in 7,86 mm dan lift cam ex 7,60 mm, ”jelas Sahex yang mengadopsi camshaft in-in.

Praktis, angka perbandingan kompresi Sahex berani merujuk di angka 13,1 : 1. Sebab, imajinasi kian meningkatnya suplai gas segar, priorita menjadi pertimbangan Sahex.

Karbu. Percayakan PWK Sudco 28 mm.

 

Dasar ini pula, karbu dicangkok dari PWK 28 mm Sudco, berikut penggantian adaptor dan joint karbu, untuk merubah sudut inlet.

Menganut setingan basah, dengan komposisi main jet 142 dan pilot jet 35. Dimaksimakan perangkat pengapian yang tersentral dari CDI BRT.

Knalpot. RAT Motorsport, layani power mesin kebutuhan touring.

 

Makin spesial, knalpot dari RAT Motorsport, turut dirancang berkontribusi mendongkrak HP dan torsi, di rentang variabel RPM.

Memakai ukuran leher knapot 32 mm, dengan kontur bafel landai ke diameter sarangan 61 mm. Racikan desain knalpot menurut Sahex, hasil riset dari drag bike yang disempurnakan untuk daily use dan touring.

Final Gear. Diseting dengan perbandingan 14-41.

 

“Sehingga, tetap ada rubahan pada sekat dan kontur leher knapot, ”tunjuk Sahex yang mematok perbandingan final gear 14-41.

Perbandingan final gear ini pula, yang dipercaya mampu meratakan performa gigi 1 sampai 6.  teks - foto : enea

 

Similar Articles

  • Yamaha MX King 2019, Surabaya : PERFORMA AMAZING, ADOPSI BLOK & HEAD XTREME RACING
  • Kawasaki Ninja 150, Papua : CIPLEK TERIMA TANTANGAN BOS PAPUA NINJA RANGKA STANDAR 7 DETIK
  • Yamaha Jupiter - Fanterra Wijaya Racing Team, Kediri : KOREKAN SPESIAL BUAT PROMO KNALPOT FANTERRA & SUKSES MENEMBUS BEST TIME 8,0 DETIK
  • Yamaha All New R15 “2019, Sidoarjo : DIUPGRADE BUAT CORNERING