Honda Beat “2019, Tulungagung : DIPERSIAPKAN UNTUK LAGA DRAG BIKE KELAS MATIC FUEL INJECTION

Febri DSMJ Racing, Tulungagung. Siap meramaikan laga matic fuel injection di event drag bike & diback up sepenuhnya oleh Dimas Krezek. Febri DSMJ Racing, Tulungagung. Siap meramaikan laga matic fuel injection di event drag bike & diback up sepenuhnya oleh Dimas Krezek.

Kelas matic baik di road race maupun drag bike, selalu menawarkan pesona dan fenomena. Sebab, peluang terbuka lebih besar untuk menjadi champion. Mengingat teknologi matic, tak hanya terpacu pada mesin penggerak utama. Komposisi racikan komponen daleman CVT juga banyak menentukan.

Termasuk matic 130 cc tune up, yang digadang-gadang akan diturunkan di kelas drag bike. Dimas Krezek, tuner dibelakangnya terobsesi mengukir sejarah di kelas ini.

Hal demikian memang wajar, ketika mereview perjalanan Dimas yang sempat jawara di kompetisi road race kelas matic.

Upaya regenerasi membangkitkan petarung di matic, otomotis direalisasinya. Termasuk pada Beat Fi DSMJ Racing, Tulungagung milik Febri, diupgrade bertarung di kelas 130 cc tune up.

Performa Mesin. Kombiinasi modifikasi manual tech & part racing.

 

Peningkatan kapasitas mesin, dipercayakan piston Moto-1, berdiameter 54,5 mm, berikut stroke 55 mm.

Wilayah silinder head, turut diupgrade total.

Diawali pembenahan durasi camshaft, dijadikan 268 derajat (in) dan 266 derajat (ex). Mampu mengakumulasi lift katup hingga 9,8 mm (in) dan 9,3 mm (ex).

Sampai disini, suplai gas segar diyakini makin pekat. Mengingat, Dimas memakai ukuran katup 28 mm (in) dan 24 mm (ex).

ECU & Throttle Body. Up grade total.

 

Selaras dengan fuel rate injector yang diremap melalui ECU BRT Juken 5, dengan output di 160 cc/minute, di titik 220 derajat.

“Asupan udara praktis meningkat, kanibalan throttle body milik Honda Sonic ukuran 30 mm, saya nilai paling tepat, ”beber Dimas yang mematok perbandingan kompresi 12,8 : 1 itu.

Sebab itu, ignition terendah diplot berada di 22 derajat dan tertinggi di 37 derajat. Disempurnakan knalpot free flow custom, untuk menyempurnakan gasingan tengah atas.

Primary Drive Face. Dirombak ulang, roller weight kian memuncak.

 

Selaras rubahan primary drive face, dengan stoper roller weight lebih keluar. Otomatis, diameter drive belt pada primary sheave relatif lebih besar, saat gasingan mesin mulai memuncak.

Sisi lain, pegas besar secondary sheave juga custom memakai tipikal lebih kenyal. “Sedang pegas kampas sentrifugal saat sesi seting speed memakai 1500 RPM, ”yakin Dimas yang memastikan komposisi ini yang paling tepat.   teks - foto : skg

Similar Articles

  • Yamaha Mio GT, Mojoagung : TRIK GAYA BARU MEMIKAT PASAR, CUKUP BANGUN MATIC TOURING BORE UP
  • Honda CBR 150R “2019, Sidoarjo : DIBANGUN BUAT TANDINGI HEREX !
  • Honda CRF 150L “2019 - D"Mith Racing Project, Porong : AWAS ! SUPERMOTO HEREX
  • Honda CB 150R : PEMBUKTIAN KOREKAN EFEKTIF 188 CC HADAPI HEREX
  • Yamaha Vega R, Surabaya : MENGULANG MASA KEJAYAAN