Andree Connection YMR, Ternate, kembali on fire di musim kompetisi road race 2026 !
Kabar panas ini menyeruak, seiring penampakan dua jet darat terbaru, berbasic Yamaha MX King milik Abah Andree Sultan Ternate, saat berlangsungnya Jatim Racing Series Kejurprov 2026 seri perdana, di sirkuit Suryo Magetan, belum lama ini.

Makin spesialnya, pada livery terbarunya, ada icon logo sponsor Besi Tua Kayu Merah Gila Balap, MR. DIY, Ghaz Brick Bata Ringan, Prameswari Laundry, Abimanyu Group Ternate dan Waroenk Besit Ponorogo.

Tandem kuda besi MP1 milik Racing team yang sempat ngehits, sebelum booming istilah viral di 2012 ini, kembali memikat perhatian public racing Nasional !

Itu lantaran, di penampilan perdana 2 jet tempur racikan Yudi "Kucing" Cahyono begawan YMR, Ponorogo, dalang eh arsitek dibaliknya, sukses menghantar Rexy Kepo dan Aksal Ilham di urutan 4 besar.

Torehan ini pula yang lantas bikin panas dingin Abah Andre, untuk bertempur di kejuaraan bergengsi skala Nasional plus.
"Rexy awalnya jadi imam, tapi terkendala piranti suspensi, lantas melorot di urutan ke-2.

Sementara Aksal Ilham, mesti puas di urutan ke-4, setelah digoda problem pengereman, "kata Yudi sapaan beken-nya.
Terlepas soal prestasi, banyak hal menarik yang bisa dikupas dari custom modifikasi berikut equipment yang tersemat.

Bahkan, menurut Yudi, salah satu jet darat-nya telah mengadopsi regulasi MP1 versi 2026, berbajet setara Innova Reborn !

Berikut penjelasan engine builder yang barusan boyongan workshop di desa Sukun, Pulung, Ponorogo.
Menjadi skala prioritas, blok silinder plus piston 57 mm ceramic, mengaplikasi QTT.

Doping gas segar dilayani Injector Aracer, yang diprogram ECU super X Aracer dengan debit 240 cc/minute.
Dikombinasi throttle body SYS 28 mm dan disempurnakan air flow garapan 3D Printing, Karanganyar.

Menurut Yudi, perangkat air flow ini, diproyeksikan meningkatkan debit udara melalui siklus rebound tekanan udara.
Dan dibekali AF3 Sensor dari Aracer, untuk merecord real time debit tekanan udara, acuhan memastikan Air Fuel Ratio dipasok sesuai kebutuhan.

"Cuman, untuk merevisi datanya tetap manual melalui laptop, sesuai data dari AF3 Sensor, "terang Yudi yang mengadopsi katup in-ex dari cardinal bersiameter 22 mm dan 19 mm.
Bergeser ke kompartemen crankcase, conrod berganti Kawahara, liang small end dan big end ada lapisan hardning, desain juga lebih tebal, sehingga tahan kendati perbandingan kompresi mendekati 13,8 : 1.

Pertimbangan itu, sistem penstabil suhu mesin dioptimalkan, melalui radiator VND, dengan bidang lebih lebar.
Untuk bearing crankshaft memakai tipe high speed, diteruskan gigi rasio Assy dari brand QTT, andalan rider jawara.

Reduksi delay periode power, turut menjadi perhatian Yudi, hingga melengkapinya dengan quickshifter dari MBR.

Knalpot Creampie spesial produk, dengan Chamber berkontur abjad J dan final gear 13-49, menurut Yudi yang match dengan gigi rasio.

Hasil akhir saat mencari best performa diatas dynotest, power maksimal mampu menembus 31 HP saat bergasing di 10.000 RPM.
Dengan kawalan torsi maksimal 19 Nm di 7500 RPM ! Itu artinya semburan power MX King racikan Yudi ini, tercatat terkencang di Jatim.
HANDLING & SUSPENSI
Late braking dan over turn sering kali menjadi momok para rider, termasuk yang terklasifikasi seeded.

Menyiasati melawan perpindahan gravitasi ini, Yudi melengkapi masing-masing jet darat dengan steering dumper berlabel Ohlins.
Instalasinya pakai adaptor dan tersentral pada triple clamp, dengan stoper memanfaatkan center komstir.

Sedang equipment penumpas bumpy, sok depan OEM di revalving hasil kreasi KP Suspension Wonosobo, dikombinasi monosok YSS tipe Racing. skg



















































