Sesi Grand Final MCR 2025, belum lama ini yang berlangsung di sirkuit GOR Joyoboyo, Kediri, menjadi sinyalemen kuat, tumbuh suburnya jagad racing kompetisi di Jatim !
Pasalnya, terus memikat para founder membangun Racing Team, demi berkontribusi menggairahkan road race di Jatim.

Salah satunya Dwi Agus, sosok kawak pemuka otomotif Ponorogo, yang di musim kompetisi 2026 ini hadir mengibarkan panji "Putri Warok Cepuk AC PTKTS BKRT".
Salutnya, dengan singgasana baru wajah lama ini, Dwi Agus ikut berpartisipasi menjadi penerus popularitas racing team Ponorogo !

Terlebih divisi teknik-nya digawangi Agus PTKTS BKRT, dengan inovasi dan kreasi yang patut mendapat apresiasi, setelah menjadi ancaman juga pengganjal Racing Team, di pentas Nasional.

Diperkuat oleh rider-rider kawak yang pernah bersinar dan berjaya di era-nya, seperti rider Expert Sulung Giwa dan ExRider Aldilah Eka Dharma.

Serta, juga tampak rider Rookie Muhamad Alden, hasil produk regenerasi Ponorogo juga putra Hariman rider legend Jatim.

Di laga Grand Final MCR 2025, Aldilah Eka Dharma sukses mendobrak di kelas ExRider !
Di kelas yang mengakomodir rider-rider kawak, dengan aturan pernah vakum selama 5 tahun, kelahiran Magetan itu, sejak lap-lap awal menunjukan gaya balap berkelasnya.

Taring Dilah sapaan-nya belum tumpul ! Masih 11 12 dengan teknik dan skill rider-rider Expert, termasuk endurance fisiknya.

Mengingatkan performa Dilah, seperti saat berlaga di 20 tahun silam, saat membela Racing Team pabrikan. Memang tak terbantahkan !

Dilah sukses menyandang gelar Double Winner, di kelas Bebek 2 Tak Standar 116 cc ExRider dan Bebek 4 Tak Tune Up 130 cc ExRider.
"Dilah telah lama saya persiapkan untuk memeriahkan kelas ExRider, hingga di skala Nasional untuk musim kompetisi 2026.

Memang sebelumnya Dilah terkendala oleh batasan rentang waktu vakum, yang disepakati di kelas ini.
Tapi, biarlah berlalu, sekarang saatnya pembuktian, pada prinsipnya Dilah tetap konsisten menjaga reputasi dan kelas-nya, "puji Dwi Agus yang terus membakar semangat Dilah, dari tengah lintasan.

Di sisi lain, Muhamad Alden di laga bergengsi ini, turut dimanfaatkan untuk menitih jam terbang di kelas-kelas setara Rookie.

Kebetulan Dwi Agus adalah sahabat dekat Hariman, yang sama-sama dikenal loyal dengan nama besar Ponorogo.
Muhamad Alden sukses menorehkan podium, setelah bertempur sengit dengan rider-rider potensial Jatim, di kelas Bebek 2 Tak Standar 116 cc Max 16 Tahun.
Sementara Sulung Giwa, dengan status rider satelit, juga sukses menorehkan prestasi terbaiknya di kelas-kelas bergengsi. skg



















































