Rabbani MX Shila 57 Supermoto - Road Race 2020, Surabaya : SOLIDNYA KEKUATAN PRIVATER, PANTAS MENJADI INSPIRASI MEMBANGUN SEMANGAT USAI PANDEMI

November 09, 2020
Rabbani MX Shila 57 Road Race - Supermoto, Surabaya. Pembuktian semangat rider privater tebar pesona. Rabbani MX Shila 57 Road Race - Supermoto, Surabaya. Pembuktian semangat rider privater tebar pesona.

Rash Organizer yang dimotori oleh Bayu Firmansyah dan H. Agus Tole, di akhir 2020 ini seolah menjadi pembuktian serum atau formula yang telah dikaji dan dipelajari dari berbagai pihak, telah membuahkan input aktual dan mendasar.

Sebab, dari tukang paido, mc larent, pengamat otomotif sejati, pelaku aktif otomotif, sampai veteran otomotif, ikut dilibatkan dalam jajak pendapat. Entah kapan itu berlangsungnya, yang pasti sudah berjalan dan dikonversi ke event road race di masa transisi.

Bunda Farida, H. Agus Tole & Istri. Mengkonversi input aktual, menggairahkan tim privater usai pandemi.

 

Sehingga, sulit untuk dicari celah, apalagi salahnya. Lah kok salah-salahan, kan ini event aspirasi di masa transisi. Sudah lah, terpenting Rash Organizer telah memiliki skema dan sistem yang mewakili suara semua element road race.

"Dan bisa kembali mengakomodir penghobi road race yang telah lama menahan diri. Sebab, dilema juga ketika mereka para penggemarnya pindah jalur balap liar, "tegas Bunda Farida.

Faktor suka dan tidak suka, itu selera dan tak bisa memaksa. Tapi, ketika bicara aspirasi itu beda, sebab nurani yang berbicara. “Apapun makananya, eh bentuk resikonya, siap dihadapi demi perkembangan balap di Jatim, ”semangat H. Tole dan Bayu.

Fenomena dominasi tim privater tanpa sponsor, mulai mengemuka. Sebab, rider potensial dan professional seolah balik ke titik nol. Tampil tak lagi sekedar mencari prestasi, tapi memburu angpau.

Keliru kalau sampeyan menafsir mata duitan ! Sebab, ketika memasukan rumus pembanding, antara rider dengan embel-embel sponsor dan tanpa sponsor, baru dapat jawaban yang tepat.

Agus PKTS & Ferdy Madurace. Tim privater telah terbentuk mental baja & semangat bertempur.

 

Rider yang mendapat sponsor gaya balapnya tenang dan fokus bagaimana caranya menang, tak mau tahu soal durability mesin dan resikonya.

Tapi, ketika sponsor pada mundur pengaruh pandemi, bisa tidak untuk mempertahankan attitude-nya. “Memang menjadi pukulan telak, untuk menjaga popularitas, ”lontar tuner Agus PKTS yang kali ini tandem dengan Ferdy Madurace. Keduanya membela tim AMRF Jatim Bersatu, Ponorogo, kali ini juga memboyong podium di beberapa kelas.

Kondisi usai pandemi ini, pesona tim privater tanpa sponsor justru terlihat berjalan pesat. “Sebab, sejak awal telah terbangun semangat , dari riset, seting speed sampai prepare, ”semangat Agus PKTS dan Ferdy Madurace.

Semangat Tim Privater. Antusias & luar biasa, meskipun usai pandemi.

 

Momen usai pandemi ini, mejadi peluang emas tim privater untuk berganti tebar pesona.

“Meskipun, di perjalananya identik dengan candaan perut dibalsem dan tidur di hotel merah putih, padahal benar terjadi, ”kata Adip Kurmianto pit crew kawak yang sekarang membuka workshop di desa Gedangan, Campur Darat, Popoh.

Inputnya, mental telah ditempa macam baja. Ada sederetan algoritma dalam persiapan yang matang, untuk menembus podium minimal 3 besar.

Donny & Keluarga Besar Probolinggo Racing Community. All out di musim kompetisi 2021.

 

“Kalau kedua rider dengan latar belakang beda dipertemukan di sirkuit, jelas tensi kompetisi makin tinggi, sebab, sama-sama berebut angpau, ”sebut Donny tuner Probolinggo Racing Community (PRC).

Doni pada point ini merepresentasikanya saat aktif berlaga di road race. Kabarnya di musim kompetisi road race 2021, PRC akan aktif berlaga di road race.

Cukup banyak pelajaran yang bisa dipetik dari sini. Terutama soal persepsi pengamat balap, yang dikit-dikit prestasi. Ketika bicara pandemi dan prestasi di segmen balap roda dua, kuat bertolak belakang.

“Pelaku balap terdiri penyelenggara, rider, tuner, manager, dalam konteks ini yang justru dihadapkan masa transisi, ”timpal Boby Yohanes owner tim Three Boys Cekak Racing Team, Banyuwangi.

Boby Yohanes & Calon Istri. Masa transisi menciptakan kompetisi individu lebih kuat.

 

Pantas, diibaratkan “from hero to zero”, bukan membalik, itu fakta ! “Dan berujung terciptanya ajang kompetisi individu, seolah terkalibrasi dan mulai dari nol, ”tambah Boby.

Lantas, langkah strategis dan representatif, seperti apa yang tepat menjadi solusinya ?

Sulit dan serba dilematis. Kalaupun even skala nasional berjalan, penyelenggara dibaliknya pasti berpikir panjang.

“Mengingat, pesan sponsor yang biasa mewarnai gengsi kompetisi sebuah produk, yang renyah digoreng, sebagai alternatif strategi market makin minim alias mundur teratur, ”sidik H. Frangky Laurent dari Ocean Enterprise.

H. Frangky, Eko BS & Bayu Firmansyah. Kembali bersatu & menyusun strategi baru menghadapi pandemi.

 

Demikian sebaliknya, total permintaan sponsor ke penyelenggara untuk menggelar event spektakuler skala nasional, juga makin minim.

Terkecuali, tampil atas panggilan hati, nurani, karena simpati dan siap rugi.

“Mungkin inilah saatnya kembali ke gigi 1, untuk kembali menyusun strategi dan bersatu, mengawali sebuah kebijakan usai pandemi,  ”puji Eko Budi Santoso rider multi talent yang dulu sempat menjadi penyelenggara road race di 2007.

Paling simpel, bisa dipelajari dari statistic kelas berbanding jumlah peserta. “Menjadi hal wajar ketika dijadikan acuhan dalam pemberlakuan kelas di tahun mendatang, ”yakin Eko.   teks - foto : collins

Related Articles

 

 

 

 

 

Similar Articles

  • Road Show Otomotif Pasangan Calon Bupati - Wakil Bupati Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono (BHS) – Taufiqulbar : TANGGAPI ASPIRASI PENGHOBI RACING MELALUI PEMBANGUNAN SPORT CENTER SIDOARJO
  • Simulasi Latih Tanding Executive Motocross Jatim - Sirkuit Sumber Urip Karya, Gresik : ADA MX2 OPEN, ATMOSFIR MAKIN SERU
  • GUDANG GARAM ENDURO TEAM SAPU BERSIH KEJUARAAN IERC 2020
  • New Product - Pro Liner XR-1 : MEMENUHI PASAR LIFE STYLE ADVENTURE & MX KOMPETISI
  • PT. King Tire Indonesia - Produsen Ban Kingland : PROMO DI EVENT BERGENGSI MAT 9 BATU & MAKIN AGRESIF MENJAJAKI PASAR OFF ROAD