Suzuki TS 125 “1996, Surabaya : SPORT TRAIL VINTAGE INCARAN RIDER ADVENTURE

Suzuki TS 125 "1996, Surabaya. Pionirnya sport trail masa transisi modern & tetap diminati hingga saat ini. Suzuki TS 125 "1996, Surabaya. Pionirnya sport trail masa transisi modern & tetap diminati hingga saat ini.

Sport trail line up dari Suzuki mulai memancarkan mustika, setelah 23 tahun terakhir diproduksi dan dijual di tanah air. Musim dan era kembali boomingnya kuda besi vintage, yang menjadi pemicunya. Semua, akhirnya berburu sampai memodifikasi bergaya vintage.

Tapi, lain dengan pemikiran Soni Amijaya kolektor kuda besi vintage asal Surabaya.  Staf Dinas Perhubungan, Surabaya itu justru menilai DNA sport trail lebih banyak menjadi varian vintage. Sebab, model sport trail seolah menjadi trade mark setiap brand di jamanya. Termasuk TS 125, sebagai penerus varian sport trail Suzuki vintage, yaitu RMZ.

Soni Amijaya Staf Dinas Perhubungan, Surabaya. Mengapresiasi performa sport trail vintage TS 125 yang dinilai bandel luar dalam di masanya.

 

Suzuki TS 125 menurut Soni memiliki performa sport trail yang mewah. Sebab, kapasitas skill Soni saat ini terklasifikasi sebagai rider novice. Praktis, ketika dipadukan dengan performa TS 125, jadi nyambung.

Performa mesin. Tetap bengis ciri khas sport Suzuki.

 

Agresifnya akselerasi gigi 1 dan 2, paling disuka. Untuk konsumsi top sped gigi 6 TS 125, juga layak dipakai rute middle track. Latar belakang masih dipakainya untuk daily use ini, tapak kaki berganti velg TK Akasago 160-21 dan 250-18, dipadu Pirelli 275-21 dan 410-18.

Mesin. Telah dimaintenance khusus untuk mengembalikan performa terbaiknya.

 

Jadi, secara tema lebih tepat disebut sebagai City Slicker. “Tampang Bengal, tapi dipakai di metropolis, ”senyum Soni. Dengan asumsi, fungsional suspensi depan belakang, kebersihan bok silinder, pengapian sampai kelayakan karbunya, dibalikan ke kondisi normal lebih dulu. Termasuk fungsional fitur indicator, dari speedometer, fuel meter, indicator head lamp dan sein.

Indikator. Tak luput dari perawatan & berfungsi normal seperti kondisi baru.

 

Ada tahap maintenance, yang tak bisa ditawar, agar fungsionalnya mampu dikonversi dalam sebuah kenyamanan. Seperti bearing bambu monocros dan pelumas vet-nya, sil oli sok depan, setingan kekencangan bearing komstir dan pengaturan simetris roda depan belakang.

Soni Amijaya. Bergaya diatas TS 125 kebanggaanya.

 

Anggap saja, oleh pemilik sebelumnya sering dipakai beradventure, sesuai  segmentasinya. “Praktis setelah saya dapat, untuk kembali mendapat perfroma terbaiknya harus ada refresh, ”beber Soni.

Pengereman belakang. Berganti sistem tarik via kabel-seling.

 

Hingga perbaikan pada pengereman belakang saya rubah ke sistem kabel, untuk memperkuat kesan klasik. Jadi tak lagi pakai stick buat menarik paha remnya. “Instalasinya mudah, respon pengereman jadi lebih baik, unsur vintage-nya juga dapat, ”bangga Soni.    teks - foto : collins

 

Related Articles

  • Suzuki RG Sport, NTT : DOKTER RACING... Kalau melihat basic kuda besi diatas, jadi teringat era bebek 2 tak 116 cc tune up alias underbone. RG Sport didatangkan dari Malaysia, buat menggempur pasukan ...

Similar Articles

  • Honda PCX 2019 Surabaya : POPEYE SIAP JELAJAH KOTA
  • Yamaha 125Z “2000 - Onesixeight Racing Team : FANTASTIS ! KESELURUHAN KOMPONEN 100% ORIGINAL EQUIPMENT MANUFACTURED
  • Honda CRF 150L - Djagung Rabbani MX Javamuda Export Supermoto Team, Malang : MELENGKAPI FORMASI KOMPETISI SUPERMOTO 155 CC & DIBACK UP PAK CONK
  • Suzuki Satria F 2008, Tanggulangin : MODIFIKASI OEM MAKIN BERKELAS & BERJANTUNG 223 CC
  • Honda Beat 2013 Jakarta : SI RUCKUS PAK POLISI