Darul Ulum Agung MX Training, Malang : GEBRAKAN AWAL TAHUN, MENGHADAPI SERBUAN CROSSER YOUNG GUNS

Yusuf Irawan Instruktur Darul Ulum Agung MX Training, Malang. Membakar semangat crosser calon young guns, dalam sesi training skill. Yusuf Irawan Instruktur Darul Ulum Agung MX Training, Malang. Membakar semangat crosser calon young guns, dalam sesi training skill.

Mengawali bulan Januari 2021, semangat berlatih squad Darul Ulum Agung MX Training, Malang, kembali dibakar. Meskipun jadwal event motocross masih belum tampak, tapi secara sistematis proses training tetap berlangsung.

Dengan agenda sebulan 16 kali, itu artinya seminggu bisa 4 kali pertemuan di sesi training skill.

Sebagai bentuk komitmen dan konsistensi, mengembangkan skill dan mengembangkan potensi squad Darul Ulum Agung MX Training, Malang.

Kabar terbarunya, squad Darul Ulum Agung MX Training, Malang, memiliki siswa baru asal luar pulau.

Ada sederetan nama-nama crosser yang optimis menjadi young guns di sirkuit motocross.

Yaitu, Radit #999, Abidan #137, Iksan #53, MX2 Junior B dan Randy #18 di special engine 85 cc.

Sedang Dafa #115, Koko Indra #262, intens mengukir ilmu di MX2 Junior A.

“Total crosser-crosser diatas, masih sebagian dari total crosser yang masih pulang kampung dan liburan, ”sapa Yusuf Irawan instruktur Darul Ulum Agung MX Training, Malang.

Yusuf kali ini dibantu oleh Arif dan Saiful, turut melatih dan memonitor perkembangan skill crosser, berikut mempersiapkan akses pemakaian sirkuit.

Dari hasil renovasi sirkuit yang berkesinambungan, saat dipersiapkan untuk pelatihan crosser tim PON Motocros Jatim, total panjang sirkuit saat ini 1000 Meter.

Sebagai acuhan atau parameter laga di event skala nasional, jadi lebih sinkron. Belum lagi variabel handicap, memiliki komposisi supercross dan motocross, yang begitu menantang.

“Cukup proporsional ketika disebut sebagai sirkuit standar nasional, ”terang Rafli Rajab crosser nasional yang ikut mempertajam skill di sirkuit Darul Ulum Agung MX Training, Malang,.

Untuk sesi training kali ini, masih berada di tahap pemanasan, adaptasi dan endurance.

“Tapi, didalamnya tetap mengadopsi skema simulasi latih tanding, ”semangat Yusuf Irawan.

Sehingga tetap ada unsur pressure dan fight, berlaku untuk semua level crosser.

Tapi, bagi crosser yang terbilang masih pemula dan masih awal menimba ilmu, ada tahapan rolling lebih dulu di flat track membentuk oval.

Sebagai pemantapan untuk start dan pengereman, berulang-ulang hingga luwes. Pada tahap ini, proses mindah persneling dan menjaga intonasi RPM, terus dipacu.

Dengan begitu, konsentrasi tak mudah terpecah menghadapi variabel handicap. 

“Pemaparan dan evaluasi, juga langsung diberikan, untuk segera dikonversi dalam perbaikan skill yang lebih baik, ”terang Arif.

Beda dengan crosser yang sudah berada di level MX2, baik junior A dan B, dilepas layaknya event. Skill  masing-masing crosser jadi terdongkrak.

Sebab, secara tak langsung masing-masing crosser saling mengikuti tensi gaya bermain. Fase terpacunya skill crosser ada di sesi ini, include di dalamnya mental bertanding.

“Termasuk sisi kapasitas dan kemampuan endurance crosser, jadi makin terlihat dan bisa dikonversi dalam statistic untuk pengembangan fisik, ”sorot Saiful.   teks - foto : enea

 

Similar Articles

  • SOFT LAUNCHING - RIZQY MOTOR BOSS MILD MX-GTX TEAM, PASURUAN
  • Rizqy Motor Boss Mild MX-GTX Team, Pasuruan : TRAINING ENDURANCE CROSSER KE CANDI TETEK, BENTUK KOMITMEN H. ROKHMAWAN TINGKATKAN KEMAMPUAN FISIK CROSSER
  • Masker Ferrox PM 2.5 : MAMPU MEREDUKSI BENDA ASING 30 KALI LEBIH KECIL DARI RAMBUT
  • ALVIN BAHAR DARI TIM HONDA RACING INDONESIA RAIH GELAR JUARA NASIONAL BALAP TURING UNTUK KEDELAPAN KALINYA
  • Viar SR Motor, Sidoarjo Kenalkan Panama Folding E-Bike Viar : MODE BARU BERSEPEDA, TAMPIL MILENIAL & NYAMAN