Rizqy Motorsport Yamaha : BAHAN EVALUASI DARI TOREHAN PRESTASI SERI PERDANA CLEOSA MX GTX SERIES 2026 !

Seri pembuka musim kompetisi MX GTX 2026 telah resmi bergulir ! Jajaran MX GTX Team Nasional, Privateer Sultan, termasuk yang tergabung dalam komunitas, kembali unjuk taring.

Seiring refresh strategi dan reformasi terbaru, yang saling dipamerkan oleh MX GTX Team, hingga sukses menghadirkan tontonan segar juga dramatis !

Termasuk Mega Team Rizqy Motorsport Yamaha, kembali berpartisipasi dan menunjukan taring, di special event "Cleosa MX GTX Series 2026", di sirkuit Bandungan, Semarang.

Di laga perdana ini, Rizqy Motorsport Yamaha, kembali memamerkan taringnya, hingga memikat perhatian public !

Diperkuat Lantian Juan, Andreas Damara, Jetnoko, Nakami Vidi Makarim, Hasan dan M. Azriel Al Sakha, yang dikomando langsung oleh Bagus MKRC Manager Rizqy Motorsport Yamaha dan H. Ali adik kandung Big Boss H. Rokhmawan.

"Kombinasi jajaran petarung yang terklasifikasi regenerasi dan kawak ini, turut memberi dampak signifikan, sehubungan transfer ilmu antar petarung inti Rizqy Motorsport Yamaha, "kata Wahyu Setiaji Kepala Divisi Teknik Rizqy Motorsport Yamaha.

Fakta aktual ini memang tak terbantahkan, terkait sederetan prestasi yang ditorehkan !

Sakha sapaan putra H. Ali yang lagi melalui kariernya di MX50 cc itu, sukses menyandang predikat terbaik 3 besar Nasional.

Sakha yang dimentori oleh Gatam Hatim begawan GHMS Mojokerto, terus menampakkan karakter petarung dengan nyali diatas rata-rata.

Selain Sakha, dalam konteks regenerasi Rizqy Motorsport Yamaha, juga ada M. Hasan crosser MX65 cc Pro.

M. Hasan tercatat intens menyabet podium teratas, di kejuaraan skala Nasional, hingga menjadi parameter penjenjangan crosser-crosser MX65 cc Pro.

Makin spesial, Jetnoko yang lagi on fire melalui jenjang karier di MX125, prestasinya kian meroket !

Faktor pemantapan yang serba terukur, ditambah report dan evaluasi Feby orang tua Jetnoko soal pelatihan, kuat menjadi penyulut Jetnoko singkat beradaptasi di MX125.

Terlebih saat ini, juga mulai intens ikut bertempur di GTX, bagian strategi pemantapan fisik diatas kuda besi.

Di MX2 Novice, Andreas Damara dengan jam terbang dan pengalaman, sukses mempertahankan gelarnya di podium ke-4.

Made Ony, Aril Salontahe dan Farel Huda, tercatat sebagai rival baru Andreas Damara, yang di seri pembuka ini, mulai menampakan dominasi dan menjadi ancaman serius.

Sementara Nakami Vidi Makarim, di kelas MX Open di laga kali ini mutlak serba extra, memforsir fisik dan tekniknya.

Dalam siasat menghadapi MX Team baru wajah lama, dengan formasi terbaru, yang di musim kompetisi MX 2026 ini banyak bermunculan.

Sedang Lantian Juan, yang di tahun ini fokus di GTX, kembali mempertahankan gelar terbaiknya.

Beberapa kelas-kelas bergengsi di GTX, dikuasai oleh Lantian Juan, seperti di kelas Modif Open, FFA Open, hingga menjadi urutan ke-3 dalam akumulasi point juara umum di kelas Open, dalam setiap serinya.

"Ketika meninjau kapasitas tempur antar MX Team di musim kompetisi 2026, memang lebih berimbang.

Outputnya, personal technical skill yang lebih menjadi taruhan, crosser-crosser dominan tampil all out, saling pamer jurus diatas kemampuan rata-rata.

Perolehan hasil dan data real time di Seri perdana Cleosa MX GTX Series 2026 ini, segera kami jadikan bahan evaluasi, "jelas Bagus MKRC.    skg