Knalpot Hogo 2021 : AGRESIF MENGAKOMODIR MINAT PASAR & TAMPIL INOVATIF

February 07, 2021
Hogo Knalpot. Detail desain dirancang untuk mendongkrak tenaga & tersedia untuk matic terbaru. Hogo Knalpot. Detail desain dirancang untuk mendongkrak tenaga & tersedia untuk matic terbaru.

Untuk menyambut tahun 2021, Hogo branda tenar yang identik dengan produk knalpot, kembali melaunching tipe knalpot terbarunya.

Tipe-tipe yang diluncurkan di 2021, sebagai hasil evaluasi tipe yang paling digemari oleh konsumen.

“Kemudian mengalami refresh tampilan dan pengembangan data detail ukuran terbaik, ”ulas Ruji Lai owner brand Hogo di Jakarta.

Kalau misal, pada tipe sebelumnya hanya bisa diadopsi untuk mesin standar. Maka, pada tipe terbaru di 2021, lebih kompartibel untuk mesin bore up, maupun street performa.

Tipe jenis ini hanya berlaku untuk mesin 4 tak, dari matic, bebek maupun sport.

Hogo Knalpot Sport 4 Tak. Tersedia untuk semua sport 4 tak dua silinder & input dari hasil riset balap di Sentul.

 

Bicara knalpot Hogo tipe sport, telah mengalami testcase dan revisi, dengan pencapaian hasil power dan torsi terbaik.

Formula terbaru ada di desain leher knalpot dan diameter. Kemudian sudut bafel dan desain sarangan, serta finishing pemilihan bahan terbaru yang paling tepat.

Untuk saat ini telah tersedia full sistem untuk Ninja 250 series 2 silinder, R25 - MT25 dan CBR 250RR.

Di segmen slip on juga kita siapkan, berikut adaptor produk Hogo.

Adaptor Slip On. Didesain dengan lekuk lebih smooth & power meningkat.

 

“Nilai jual adaptor ini, sengaja untuk lekukan atau chamber dibuat smooth, hingga mampu meningkatkan power dan torsi lebih signifikan, ”terang Ruji Lai. 

Kesuksesan knalpot Hogo tipe sport, juga dilalui dengan proses panjang. Sejak 2007, Hogo aktif di event balap sport di Sentul, dari OMR maupun Open Road Race.

Data desain, ukuran knalpot Hogo tipe sport, serta pembanding, banyak diinput dari sana. Saat perjalanan proses produksi, baik yang dipakai harian maupun balap.

Kabar baiknya, untuk knalpot Hogo tipe matic, orderan makin berlimpah. Sebab, kami lebih berani mengakomodir minat pasar, melalu pendekatan dengan rider drag bike dan tuner drag bike.

Outputnya, komunitas non racing yang biasa berlaga di kontes, mengalami kecenderungan untuk  mengaplikasinya.

Termasuk line up matic terbaru, knalpot Hogo telah meluncurkan produk terbaru untuk Honda ADV 150.

Tapi, sesuai segmen matic yang identik dipakai touring itu, maka performa knalpot dirancang dan mendukung untuk gasingan tengah atas.

Hogo Knalpot Sport 2 Tak. Konsumsi daily use & racing, kombinasi desain Python - 3V3.

 

“Analisa dan realisasi seperti ini yang kita kembangkan, untuk mengejar pangsa pasar di semeseter awal 2021,”sebut Ruji Lai.

Beda dengan knalpot Hogo tipe 2 tak. Di Jabodetabek, kebetulan cukup banyak builder spesial rombak knalpot gaya manual tech.

Tapi, hasil akhirnya tetap memakai knalpot Hogo. Sebab, di tipe 2 tak, kita usahakan mengadopsi diferensiasi bahan, warna, desain, ukuran dan harga.

Produk terbaru kita luncurkan buat Ninja 150R. Hasil kombinasi Python dan 3V3, artinya gasingan bawah menengah lebih bengis.

Hogo Knalpot RX King Lobster. Inspirasi dari special engine, induksi power makin berlimpah.

 

Termasuk knalpot RX-King model Lobster, yang makin diminati untuk daily use, komunitas sampai pemakaian touring.

Sebab, dari performanya telah teruji, mampu mengakumulasi induksi power. “Akselerasi makin meningkat, ”yakin Ruji Lai.

Pasar 2 tak pasti lebih tahu, dengan komposisi itu, relatif lebih terjangkau soal harga dan performa yang didapat.  

Secara komposisi market, hingga akhir tahun 2020, untuk 4 tak 68% dan 2 tak 32%. “Dari data ini untuk inovasi knalpot tipe 2 tak produk Hogo, terus kita kembangkan, ”papar Ruji Lai.   teks - foto : skg/doc

Similar Articles

  • Honda Mega Pro, 2007, Surabaya : REFRESH BRAT STYLE TUNGGANGAN BAPAK BAGUS
  • Evolusi CB Monster : STYLE CHUCK NORIS TAMPIL EKSIS
  • Catatan, Nova Rangga Sadewa Pembalap Rally Nasional YR2 DMK Rally Team : RALLY RAID ENTHUSIAST & MEMANG LAYAK DIADOPSI BUAT SUV
  • Yamaha Mio '1994, Tulungagung : REPLIKA SKUTER “BRENT WALTER” SEPATBOR VW
  • Suzuki Satria F 2008, Tanggulangin : MODIFIKASI OEM MAKIN BERKELAS & BERJANTUNG 223 CC