Yamaha MX 135LC “2007 - Giri Palma DKMS Racing Team, Kepanjen : FANTASTIS ! BEBEK 4 TAK MAHAKARYA JAWA TIMUR, STABIL DI 7,0 DETIK & DISUPORT PRODUK SPRING BED

Giri Palma DKMS Racing Team, Kepanjen. Berbasic Yamaha MX 135LC “2007, mampu menyajikan best time fantastis & murni dari Jatim.  Giri Palma DKMS Racing Team, Kepanjen. Berbasic Yamaha MX 135LC “2007, mampu menyajikan best time fantastis & murni dari Jatim.

Wajar ketika nama Doni punggawa Doni Kepanjen Motor Sport, Sengguru, Kepanjen, saat ini posisinya diatas angin. Proses perjalanan Doni yang konsisten di jalur racing, hampir 23 tahun. Diklaim memberi banyak bekal pengalaman, jam terbang, sampai pengetahuan soal racing.

Kabar terbarunya, Doni yang kini memback up Giri Palma DKMS Racing Team, Kepanjen, sukses membangun bebek 4 tak berbasic MX 135LC. Menariknya, MX 135LC yang dipakai ini, bekas motor harian Made Raji Mahendra owner tim saat masa remaja. Raji sapaanya adalah pemilik brand Aline spring bed dan furniture Giri Palma yang tersohor di penjuru tanah air.

Made Raji Mahendra & Devandra Putranya. Hanya sebatas nostalgia dengan motor masa remaja.

 

Balik cerita MX 135LC, kondisi awal mangkrak di gudang, lama tak dipakai. Kebetulan, belakangan ini lagi booming Sleep Engine 200 cc. Tentu, akan menjadi hal yang ironis, ketika Doni menjadi follower dan ikut bertempur di bebek 4 tak 200 cc.

Latar belakang itu, prestige dibangun beda. Untuk tampil di kelas para raja, yatu Bebek 4 Tak FFA. “Kapasitas mesin silahkan dibebaskan, dengan catatan basic kuda besi tetap memakai bebek, ”lontar Doni.

Bebek 4 Tak FFA. Bukti karapan di Jatim makin hidup & dinamis.

 

Secara tak langsung, itu artinya Doni menanggapi kabar provinsi sebelah, yang mulai ramai mengembangkan Bebek 4 Tak FFA. “Kalau ada yang memiliki persepsi seperti itu silahkan, toh MX 135LC ini jujur dibuat hasil keinginan owner tim untuk mengenang masa remajanya, ”elak Doni ciri khasnya yang selalu low profil.

Fantastisnya, saat laga perdana di Final SDC 2019 di Kenjeran, Surabaya mampu mengukir best time 7,0 detik. Setelah memasuki evaluasi dan replacement beberapa option part, membaik di 6,7 detik. “Persisnya, sebelum event IDW di Februari 2020, ”yakin Doni.

Final gear 15-35. Reduksi bengisnya power 260 cc.

 

Sampai saat ini, yang paling perfect membawanya adalah Jhendra Peking. Itupun, konversi mesin masih direduksi perbandingan final gear 15-35. Misalkan, perbandingan final gear lebih ringan lagi, bisa jadi lebih baik lagi. “Tapi, taruhanya wheelie dan spin, meskipun tapak kaki sudah yang terbaik, ”sebut Doni.

Blok silinder. Dicor ulang mempertahankan selimut liner, kebutuhan siklus water coolant.

 

Untuk rombakan mesin, memakai liner aftermarket 76 mm. Otomatis jadi makan tempat, hingga mengikis selimut silinder. Pengaruh itu, modifikasi blok silinder berlangsung sadis. Almu billet 8 mm dijadikan dinding pengganti selimut silinder, dibabet rapi las argon.

Selimut silinder ruang sirkulasi water coolant, sengaja difungsikan oleh Doni, sebagai penstabil suhu mesin. Kapasitas water coolant kian membengkak 800 cc, terbagi di radiator Satria F 150 Fi dan di blok silinder. Dipompa oleh water pump electric produk Denso.

Water pump. Electric produk Denso, statis tapi tak menjadi beban mesin.

 

Untuk piston dipilih dari LHK 76 mm jenis forged. Dihantar conrod Byson, diklaim lebih tahan dihajar 260 cc. As kruk juga bertahan standar MX 135LC, dengan stroke standard. Tapi, sisi kanan kirinya diback up bearing Faito.

Menjadi hal krusial, katup kali ini memakai 28 mm (in) dan 24 mm (ex) berbasic EE. Seteng dan bushing katup hasil copian Special Engine. Warnanya mirip steinless atau titan, spesial pengerjaan saya order dari Jakarta. “Muai metalnya lebih sinkron dengan muai bahan katup, ”analisa Doni.

Doni DKMS, Kepanjen. Masih pertahankan tradisi lama manual tech.

 

Camshaft memakai bahan mentah ciri khas Doni. Pinggang camshaft diajdikan 24,5 mm, dengan lift katup 9,2 mm. “Menghasilkan data siklus, in open di 43 derajat dan close di 65 derajat dan sebaliknya, ”detail Doni yang menganut perbandingan kompresi 14,8 : 1.

Brilianya, efek temperature mesin yang tinggi, rotary gear oil pump dicustom ulang, berikut penggantian driven gear oil pump dengan perbandingan berat. Debit oli mesin sengaja dibuat meningkat, tambahan pelicin bearing camshaft, rocker arm dan katup.

Bahkan, pelumasan liner tak lagi mengandalkan percikan daun as kruk. Sebab di dinding crankcase bawah, Doni menambahkan nozzle. “Dan tersentral pada oil pump, sehingga ada tambahan spray hole berbahan pipa rem mobil, konsumsi nozzle.

Kokpit rider. Dilengkapi Mychron 4, akurasi data mesin lebih baik sebagai acuhan pengembangan performa mesin.

 

Sebab, hasil data dari pemakaian Mychron 4, saat mesin berada di suhu produktif, temperature oli mesin jenis racing, menunjuk di 90 derajat. Pemakaian dan pertimbangan oil pump custom itu, juga berdasar dari data ini. “Sebagai konsekuensi sifat oli mesin saat panas, lapisan film tetap ada tapi makin tipis, ”yakin Doni.

Maka, logis ketika limit gasingan mesin, diplot di angka 13.500 RPM, melalui program CDI BRT i-Max. Untuk data fly wheel magnet disisahkan 850 gram, bersanding fulser standard.

Dan diolah perbandingan gigi rasio 1(29-14), 2(28-17), sedang 3 dan 4 masih standard MX 135LC. Dengan kondisi diameter pinion shaft dan counter shaft disusut 0,2 mm. Selebihnya, bearing transmisi keseluruhan berganti kompetisi. “Selain itu, dog teeth gigi 3 dan 4 saya rombak lebih lancip, agar proses perpindahan makin licin, ”terang Doni.

Karbu. PWK Air Strike 38 mm & bersanding adaptor almu billet.

 

Piranti doping tenaga, memakai PWk Air Strike 38 mm, diinstal dengan adaptor berbahan almu billet 4 mm. Diyakini mampu menyimpan panas, hingga membantu mengurai partikel avgas lebih homogen. “Dengan tambahan joint karbu, total jarak ideal karbu ke bibir intake jadi 3 cm, ”tunjuk Doni yang memakai komposisi main jet 140 dan pilot jet 58.

Pembenahan diameter dan kontur intake berlangsung, dijadikan 38 mm. Dan kontur exhaust 33 mm, lebih simetris. Berlanjut pada pemakaian leher knalpot 32 mm dan silincer DOS, dengan sarangan 55 mm.

Knalpot DOS. Kali ini yang paling pas mengawal kapasitas mesin 260 cc.

 

Dari output performa mesin MX 135LC yang telah terkonsep ini, turut diimbangi pula dengan dukungan frame alutech produk AP87, Jogja. Diklaim mampu menstabilkan performa saat berakselerasi maupun di top speed. Konfigurasi mesin melalui engine mounting, dirancang lebih tegak kisaran 3 derajat.

Sudut mesin. Lebih tegak 3 derajat, lontaran daun as kruk lebih sempurna.

 

Trik merubah sudut mesin ini, diyakini Doni mampu menyempurnakan ayunan as kruk. Sebab, makin tegangnya eh tegaknya sudut mesin, proses kinetic pick up coil dan fulser, berada di titik lontar as kruk yang terbaik.

Selain nama Jhendra Peking yang bisa membawa MX 135LC dengan best time di 6,7 detik itu. Infonya, Renou Valdo 14 tahun putra Doni pertama dan Soleh Yahombe rider didikan Doni, turut dikader untuk memgurai bengisnya power MX 260 cc ini.    teks - foto : rio

 

Related Articles

  • Suzuki RG Sport, NTT : DOKTER RACING... Kalau melihat basic kuda besi diatas, jadi teringat era bebek 2 tak 116 cc tune up alias underbone. RG Sport didatangkan dari Malaysia, buat menggempur pasukan ...

Similar Articles

  • Honda CB 150R, Pasuruan : GENGSI & AKSI PIONIRNYA SPORT INJEKSI
  • Suzuki Satria F 2016 - Jombang Satria Club : MEMANG MENAWAN KUDA BESI GAYA SULTAN, HASIL GARAPAN BEGAWAN
  • Yamaha R15, Sidoarjo : BUKTIKAN FUEL INJECTION UNGGUL DARI HEREX
  • Yamaha Jupiter Z - Tenk Jaya Speed, Kediri : SPESIALISNYA SLEEP ENGINE SEBELUM ADA MEDSOS
  • Yamaha MX 135LC “2007 - Giri Palma DKMS Racing Team, Kepanjen : FANTASTIS ! BEBEK 4 TAK MAHAKARYA JAWA TIMUR, STABIL DI 7,0 DETIK & DISUPORT PRODUK SPRING BED