ANRT KSP 176 Ashifa Racing Team, Pontianak : SETIA MENGAWAL TRACKER POTENSIAL & TEROBSESI BERTARUNG DI JAWA

September 07, 2020
ANRT KSP 176 Ashifa Racing Team, Pontianak. Semangat menggairahkan GTX Kalimantan & terpacu mengukur kapasitas bertarung dengan tracker Jawa. ANRT KSP 176 Ashifa Racing Team, Pontianak. Semangat menggairahkan GTX Kalimantan & terpacu mengukur kapasitas bertarung dengan tracker Jawa.

Setelah sukses menelurkan rider potensial di road race, sejak 7 tahun silam, Pontianak mulai menampakan taringnya di GTX. Sudah menjadi hal yang klimak, ketika Pontianak memiliki tim GTX potensial, yang layak bertarung di even nasional.

History menyebutkan, sejak 7 tahun silam di Pontianak fenomena maraknya GTX, dilatarbelakangi semangat pembentukan basic skill dan fisik rider sebelum berlaga di road race.

Mengingat, cukup banyak rider Pontianak yang menjadi panutan dan menembus event nasional, hingga membakar semangat rider new comer tampil di GTX mengawalinya.

Tapi, seiring perjalananya justru banyak tim yang passionya bertahan di GTX. Hingga tetap konsisten berada di jalur GTX, bahkan tampil menggairahkan.

Adalah Erik Indrayana Big Boss ANRT KSP 176 Ashifa Racing Team, Pontianak, seorang pengusaha sawit Pontianak, yang hobi bahkan sempat menjadi tracker dan berlaga di even GTX.

“Kisah lama itu, yang mendorong saya untuk memberi bekal, mengawal dan mensuport,  tracker belia potensial Pontianak, untuk tampil mengukir prestasi di GTX, ”sapa Erik juga pemilik Koperasi Simpan Pinjam terkenal hingga jaringanya sampai Riau itu.

Kalau saat ini, ANRT KSP 176 Ashifa Racing Team, Pontianak, dibela tracker  pemula potensial Fahrul Fawait dengan nomer lambung 12, dari Ketapang, Kalbar. Dan tracker senior Abelio Sajoda asal Riau dengan nomer start 07. Dengan total 7 kudabesi gacoan GTX, yang kali ini menurunkan 4 unit kuda besinya.

ANRT KSP 176 Ashifa Racing Team, Pontianak. Up date teknologi & korekan, dengan memboyong tuner Dony asal Probolinggo.

 

Ada bakat, semangat dan tekad, mari maju bersama, memajukan GTX di Pontianak. Saya sadar, mengenai perkembangan dan kemajuan GTX di Pontianak, mungkin tertinggal beberapa level.

Dasar itu, kami atas nama ANRT KSP 176 Ashifa Racing Team, Pontianak dan tim-tim GTX lainya, menghimbau ke Pemprov IMI Pontianak, agar intensitas event GTX di wilayah kami, sebisa mungkin dibuat padat seperti road race.

“Kalaupun tak digelar di Pontianak, mungkin bisa dikoneksikan dan dikomunikasikan dengan provinsi sebelah, untuk bisa menggelarnya, misal di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan, ”beber Erik yang setia didampingi Tharraallha istrinya, juga penggemar GTX .

Alasan paling mendasar, penghobi GTX di wilayah kami lagi on fire. Dari kelas berbasic odong-odong atau motor niaga dan sport yang dirombak jadi trail. Ada pula sport t niaga yang  kanibalan rangka dan kaki-kaki special engine.

Erik Indrayana Big Boss ANRT KSP 176 Ashifa Racing Team, Pontianak & Kolega. Menghimbau intensitas event GTX di Kalimantan, setara dengan road race.

 

“Passion para penghobi seperti ini, layaknya diakomodir lebih seksama, dalam menitih prestasi, hingga ke level nasional, ”tegas Erik.

Bahkan, pertumbuhan industri kreatif dari pengaruh meningkatnya jumlah tim dan privater GTX di Pontianak ini, ikut berperan dalam membuka lapangan pekerjaan.

Melalui meningkatnya jumlah workshop racing yang segmenya membidik GTX, serta menampung dan mengkaryakan remaja lulusan SMK.

Dengan padatnya jadwal even GTX, satu hal terpenting dan amat sangat krusial, yaitu terkait klasifikasi tracker. Agar, mudah dipantai dalam hal prestasi hingga status level yang sebenarnya.

Sisi lain, dari meningkatnya jadwal event GTX ini, kita ingin memacu pertumbuhan teknologi, terkait data korekan, up date option part, sampai metodhe final seting.

Mengingat, untuk menuju kesini tensi dan rapatnya kompetisi, persis di Jawa. Sebab, hampir 70% performa mesin pacuan para tracker di Pontianak rata-rata bikinan dari mekanik Jawa.

Agar bisa menandingi dan bersaing, kita atas nama ANRT KSP 176 Ashifa Racing Team, Pontianak, sepakat untuk mendatangkan tuner Dony dari Dony Speed, Probolinggo untuk mengawal tracker-tracker kami hingga naik podium.

Alhamdulillah dengan Dony, crew kita yang paham soal modifikasi mesin, akhirnya makin dalam memahaminya. “Dony yang kami kenal juga mantan rider road race, juga mampu memberi bekal semangat, briefing soal psikis saat bertarung, hingga memenej fisik, ”sebut Erik.

Semangat kita aktif bertarung di event GTX ini juga sebagai persiapan, untuk menghadapi kawahcandradimuka yaitu petarung-petarung di Jawa. Kalau jadwal GTX di 2020 masih mengambang, di musim kompetisi 2021, pastinya kita akan hadir di Jawa. “Mungkin, hanya event level nasional, yang akan kita ikuti, ”kompak Erik dan Dony.   teks - foto : collins/DS

Related Articles

Similar Articles

  • Kelas Komunitas Motocross Indonesia 2020 : DISAMBUT BAIK CROSSER-CROSSER EXECUTIVE TANAH AIR & SERI BERIKUTNYA PASTI LEBIH ISTIMEWA
  • Rossi Tak Finish di MotoGP Emilia Romagna 2020, KTM Masuk 3 Besar
  • Komunitas Motocross Indonesia : MEMBANGUN KREDIBELITAS WUJUD KEPROFESIONALAN KOMUNITAS
  • Komunitas Motocross Indonesia : BERGANTI SISTEM UNDIAN, OPTIMIS MEMANCING MINAT CROSSER NEW COMER
  • AMRF Java Drag Bike Openchampionship 2020, Ponorogo : ASLI SPEKTAKULER & KARENA DIBUBARKAN, MALAH BIKIN PENASARAN !