Menarik dicermati kompetisi kelas-kelas berbasic F1Z R, sehubungan perkembangan racikan option part, hingga desain porting manual tech yang diadopsi.
Mulai engine builder yang menggawangi pacuan rider Rookie sampai Open, terus berekspansi menyajikan performa kuda besi bertaji.

Pemahaman ini, kental menjadi indikasi bahwa kelas seribu umat, menjadi babak baru ruang beradu inovasi, kreasi berbalut gengsi engine builder dari level daerah maupun Nasional.
Kompetisi tersaji jadi makin obyektif, tak lagi milik Racing Team Pabrikan, yang jadi penguasa.

Singgasana Tarpan IOS Store DS111 Racing Team, Jatim, salah satu paling intens menghadapi dan mengikuti atraktifnya peta kekuatan kelas ini.
Racing Team yang diback up oleh Mad "Tarpan" Santana, Habib "IOS Store" dan Donny "DS111" Bule, belum ada lawan !

Tommy Salim pilot jet tempur, yang memperkuat "Tarpan IOS Store DS111 Racing Team, Jatim", tampil jadi imam di kelas Bebek 2 Tak Standar 125 cc Jatim Open.
Sekali lagi, kelas ini yang saat ini jadi taruhan ajang supremasi tertinggi di kompetisi road race tanah air.

Hingga Mad Santana, kabar terbarunya, mulai mengkomparasi masing-masing brand crankshaft yang ada di pasar racing, seperti TWH, Sachs dan MG, yang lagi jadi incaran engine builder.
Masing-masing brand, memiliki titik big end berbeda saat berada di TMA, dengan nilai stroke sama.

"Analisa sementara, menurut saya banyak pengaruhnya terhadap conrod angularity, yaitu sudut tekanan small end conrod terhadap thrust piston lebih rendah.
Setara meminimalisir nilai friksi antara ring piston ke silinder, korelasinya ke mesin road race, RPM tinggi jadi makin singkat dikail.

Demikian kebutuhan untuk menghadapi sirkuit bertipikal high speed, muai ring piston relatif jadi makin rendah, kompresi statis terjaga ideal, "terang Mad Santana.
Impact-nya racikan gigi rasio 3 dan 4, Donny Bule jadi berani pasang perbandingan lebih ringan, karena untuk menghelanya tak lagi banyak menguras HP juga torsi.

Fast corner sirkuit GBT, Tommy Salim jadi makin berani berspekulasi memainkan deselerasi tanpa engine brake, faktor power gasingan atas yang berlimpah.
Konsekuensinya tiga titik geometri rangka terbaru racikan Mad Santana, ada proses custom minimalis.
Difokuskan untuk menyerap vibra suspensi depan, serta kekuatan penopang suspensi belakang agar tak bekerja indipenden.

"Point ini mutlak diadopsi untuk melayani saat mengumbar power di titik-titik cornering medium speed, "sebut Mad Santana.
Outputnya, Sejak lap awal, Tommy Salim sukses berada di posisi terdepan, ditempel ketat oleh Kiki Aranxa, berebut racing line paling singkat.

Keduanya saling mengovertake, beradu kuncian racing line, hingga sukses menghadirkan tontonan segar juga dramatis.
Keduanya layak mendapat gelar jawara ! Mengingat, secara posisi terpaut tipis, dengan kondisi kuda besi yang berimbang. skg



















































