KRATINGDAENG KEJURPROV MOTOCROSS IMI JATIM CHAMPIONSHIP 2019 PUTARAN 3 NEW SRAWET, BANGOREJO, BANYUWANGI:Kiki Ditempel Ketat Febri & M. Zulmi Kali Ini Terlalu Tangguh

September 24, 2019
Duel bintang tracker Jatim. Makin memeriahkan sirkuit terbaru di ujung timur Jatim. Duel bintang tracker Jatim. Makin memeriahkan sirkuit terbaru di ujung timur Jatim.

Lahan wilayah Banyuwangi memang luas, wajar ketika pemerhati motocross di Banyuwangi terus menerus mengembangkan lahan alternatif motocross di Banyuwangi. Hingga di setiap kecamatan, Banyuwangi bejibun lahan motocross, mulai dari Muncar, Cluring, Bomo, Tegaldelimo dan wilayah lain. Sekarang jumlahnya makin bertambah, dengan kehadiran sirkuit New Srawet, Bangorejo, Banyuwangi, sekaligus menjadi sirkuit kejurprov Jatim motocross & grasstrack 2019 seri 3 yang sepenuhnya disuport minuman suplemen Kratingdaeng (21-22 September 2019).

 

Sebab, Kratingdaeng tahu persis cadasnya sirkuit New Srawet, Bangorejo, Banyuwangi. Cadas dan suhu tropisnya diklaim menguras fisik para crosser dan tracker. Pandangan ini pula yang mendorong Kratingdaeng Pusat lewat jaringan pemasaran Surabaya, ikut mensuport even motocross dan grasstrack kali ini.

Sebagai rangkaian euforia even Kratingdaeng Supercross The Ultimate Dirtwar 2018, yang lebih dulu digelar di sepanjang tahun 2018 dan 2019. “Sinyalemen rangsangan minat terhadap crosser dan tracker, kami yakini akan terus bermunculan setelah even spektakuler yang pernah kita bikin, ”jelas Hendro Triyanto tim Marketing Kratingdaeng Pusat yang membawahi wilayah market nasional.

Duel bintang tracker Jatim. Makin memeriahkan sirkuit terbaru di ujung timur Jatim.

Dan kompetisi yang terjadi di semeseter kedua ini, seperti tradisi di tahun sebelumnya, selalu ada evaluasi tahap akhir, sebagai indikasi berkembangnya atau makin surutnya even. Dari hasil pantauan kami sejauh ini, untuk level kejurprov saja, peminatnya cukup membludak.

“Salutnya lagi dengan panitia lokal, improve dan cukup bersinergi dengan perkembangan motocross di Jatim, ”tegas Hendro yang didampingi Mabrur tim Marketing Kratingdaeng Surabaya yang menaungi wilayah Jatim.

Sesuai dengan geografis wilayah sirkuit yang diapit perbukitan dan daerah pesisir, fenomena mengemuka terkait cadasnya kontur tanah, jenis vulkanik keras. Jenis ban intermediet jadi pedoman, untuk menjaga traksi tetap ideal, termasuk tekanan Psi roda depan belakang.

“Demikian dengan trik dan pola mengumpan RPM mesin, sulit dibawa kasar, justru lebih jalan saat dibawa smooth, ”sebut Kiky Cahya Andika tracker yang menjadi champion di beberapa kelas membela tim AMRF UD Hasil Bumi ART JTMX, Ngawi.

Tipikal tanah sirkuit New Srawet butuh kejelian tracker, tak bisa main asumsi. Semua berdasar balancing kemudian lanjut buka RPM. Akhirnya sering kali memicu timbulnya opini menutup racing line, padahal tidak. “Kalaupun melawan kontur tanah, taruhannya tingkat kestabilan roda depan berkurang, ”lanjut Kiki yang merasa semutan punggungnya saat laga di sirkuit New Srawet kali ini.

Kiky Cahya Andika tracker tim AMRF UD Hasil Bumi ART JTMX, Ngawi. Tetap memborong trophy meskipun berlaga dibawah tekanan.

 

Terhitung sejak di laga ini, Kiki memiliki rival baru mantan crosser yang lama vakum. Dia adalah Febri GHMS putra Mojokerto, yang disuntik dana oleh Setiawan dengan nama tim STW 88 Kaisar Motor, Sidoarjo. Segala kebutuhan kuda besi Febri telah dipenuhi oleh Setiawan dan diolah oleh Pak Be pemilik workshop Kaisar Motor, Sidoarjo yang memang jago soal modifikasi mesin GTX dan suspensi, sekaligus merangkap racing factory. "Jadi, tinggal soal jam terbang yang perlu diukir lagi oleh Febri, "pengamatan Setiawan.

Setiawan owner tim STW 88 Kaisar Motor, Sidoarjo. Prestasi Febry luar biasa & tinggal memoles dengan jam terbang.

 

Bahkan, setiap Kiki masuk menjadi jawara, nama Febry tampil membayangi. Keduanya memiliki kekuatan dan skill terukur, sehingga kondisi mental bertarungnya stabil. Ngerinya lagi, Febri mudah beradaptasi, terhitung dalam kurun waktu 3 bulan bergabung dengan Setiawan pemilik STW MX-GTX  Team Sidoarjo, Febri sudah diatas angin.

Ini adalah aset jatim yang layak ditampilkan di level nasional. Budaya persaingan atau kompetisi itu sudah biasa, tapi dibalik ini semua ada hal paling krusial. Bagaimana cara mendongkrak level kompetisi even GTX ini semakin berkelas. “Jadi, selain mikir ke dalam sirkuit, kapan kita bisa menjual even GTX menjadi hal menarik ke sponsor, ”terang H. David Suryapratama penyandang dana tim AMRF UD Hasil Bumi ART JTMX, Ngawi.

Jawara kelas MX2 Novice. M. Zulmi, M. Roby Argo & Saiful AWS, optimis sebagai calon crosser MX2 Open potensial.

 

Sisi lain, laga yang paling ditunggu, yakni kelas MX2 Novice, M. Zulmi mampu menguasai kejuaraan, setelah sukses fight dengan M. Roby, Saiful dan Romeo. Di even kali ini M. Zulmi yang membawa nama tim Ninestar Al Khoziny Iwak Dafi VMX ART Industries NMT, Sidoarjo terbilang terlalu tangguh.

“Fisik saya tak terlalu terforsir, cukup konsisten jaga speed dan tertib menghajar jumpingan, selesai, ”singkat M. Zulmi yang sesekali menunjukan aksi free style-nya.

Beda dengan kelas MX2 Open, seperti cerita sinetron, aktornya juga sama, yakni Rafi Ade, Andre Sondakh, Ananda Rigi, Bagus Prasmita dan Kadek Kompyang Fajar.

Rafi yang tampil Bengal sejak seri kejurprov MX-GTX seri 2 di Pacitan, sekarang terbukti mampu menjadi jawaranya. Tapi, kemenangan Radi kali ini tak bisa dikatakan telak, sebab posisinya rapat ditempel Andre dan Ananda Rigi.


KELAS SPECIAL ENGINE 65 CC DIBAGI DUA KELAS
Laga di kelas 65 cc, layak dijadikan pembanding, sehubungan dengan bobot dan speed yang paling kompartible untuk tipikal trek kali ini. Sehingga tak ada lagi istilah problem kehilangan traksi. Maka, wajar, crosser yang bertarung di kelas ini lebih kompetitif, apalagi tipikal sirkuit semi high speed.

Kelas 65 cc dibuka dua kelas. Kurang 1 kelas open sebagai tahapan dongkrak skill crosser.

 

Dan terkait pesatnya pembibitan di kelas 65 cc, maka ada dua kelas yang dibuka untuk mengakomodir crosser di segmen ini. Terbagi kelas special engine 65 cc novice dan special engine 65 cc kejurnas. “Ini baru fair play, “sebut H. Irwan Orenz ortu dari Rizky crosser yang membela tim Ninestar Al Khoziny NMT, Sidoarjo.

Tapi menurut saya, kelas ini kurang satu lagi, dibuka dengan sistem open. Sebab, kalau kompetisi tak ada istilah menekan dan ditekan lawan, crosser jadi susah improve. “Coba, yang crosser level kejurnas dimix dengan novice, saya yakin pertumbuhan novice semakin singkat, ”analisa H. Irwan.

Di laga kali ini Rizky duel sengit dengan Agravino, keduanya saling menukar racing line. Demikian saat menghadapi variabel trek, keduanya yang sering fight di laga kejurnas juga sama sengitnya beradu teknik mengumpan RPM. Nama Moreyno putra Arif Falcata instruktur MX Training, Banyuwangi, M. Rizal dan Fairuz Jo, juga termasuk dalam lingkup lima crosser yang tampil brilian kali ini.     teks - foto : enea/dok

 

Similar Articles

  • Preview - Rabbani Shila #57 Supermoto, Surabaya : SATUKAN VISI DI RUANG KOMPETISI USAI TRANSISI
  • FDR Geonerations Bupati Cup Road Racing Championship 2019 seri 4, Sidoarjo : TREK SUPERMOTO DILENGKAPI HANDICAP
  • Soft Launching Onesixeight Motocross Sirkuit, Kuta, Pemalang : SPESIAL DIPERSIAPKAN MENYAMBUT KEJURNAS MOTOCROSS & MX GP 2020
  • Honda Revo Fi, Sidoarjo : KANDIDAT JAWARA BEBEK 4 TAK 115 CC STANDAR Fi